LAMONGAN lintasjatimnews – Panti Asuhan dan Pondok Pesantren (PA PP) Al Mizan Muhammadiyah Lamongan menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Aula Abdul Fatah, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyusun program kerja yang selaras dengan visi dan misi lembaga dalam mencetak generasi Islami, unggul, dan berkemajuan.
Raker dihadiri Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lamongan KH Drs Saifudin Zuhri MAg, Wakil Ketua Badan Pembina PA PP Al Mizan H Ya’kub MT beserta jajaran, Mudir Al Mizan Mujianto MPdI bersama seluruh unsur pimpinan, serta para peserta rapat kerja.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Alfain Jalaluddin Ramadlan selaku pembawa acara, dilanjutkan Gemah Wahyu Ilahi (GWI) oleh Ustadz Fairuz Javier. Selanjutnya seluruh peserta berdiri menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Sang Surya, dan Mars Al Mizan yang dipandu Ustadzah Annisa Cahyani.
Dalam sambutannya, Badan Pembina Al Mizan H Ya’kub MT menegaskan bahwa seluruh pembahasan dalam rapat kerja harus berpijak pada visi dan misi lembaga yang telah dirumuskan.
Ia mengapresiasi seluruh pimpinan, guru, dan tenaga kependidikan yang selama ini telah menjalankan amanah dengan baik dalam mengembangkan Al Mizan.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada segenap pimpinan karena telah melaksanakan tugas dengan luar biasa. Visi Al Mizan yang telah dirumuskan ternyata sangat baik dan telah mencakup aspek spiritual, keterampilan, serta berbagai dimensi penting lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi merumuskan visi, melainkan memastikan visi tersebut benar-benar terimplementasi dalam seluruh aktivitas pendidikan dan pembinaan.
“Rapat kerja ini tidak boleh keluar dari visi dan misi yang telah ditetapkan. Jika visi dan misi jelas, maka seluruh cita-cita dan target yang ingin dicapai insyaallah akan terwujud,” tegasnya.
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, H Ya’kub menjelaskan tiga kunci utama yang harus menjadi perhatian seluruh elemen Al Mizan.
Pertama, seluruh guru dan lingkungan pendidikan harus mampu menjadi uswah hasanah atau teladan bagi para santri. Menurutnya, keteladanan merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan.
“Kita harus terus memperbaiki diri agar bisa menjadi contoh bagi anak-anak. Keteladanan adalah faktor utama dalam pendidikan,” katanya.
Kedua, penerapan kurikulum integratif yang mampu memadukan ilmu agama dan ilmu umum secara seimbang sesuai dengan arah pengembangan lembaga.
Ketiga, membangun ekosistem pendidikan yang mendukung, baik di lingkungan asrama maupun sekolah, sehingga seluruh unsur yang terlibat dalam pembinaan dapat berjalan secara sinergis.
Selain itu, H Ya’kub mengingatkan agar para pendidik senantiasa terbuka terhadap kritik dan tidak merasa paling benar.
“Guru tidak boleh merasa menjadi nomor satu atau seperti dewa yang tidak mau menerima kritik. Kita harus terus belajar dan berkembang,” pesannya.
Ia juga mendorong lahirnya berbagai inovasi pendidikan di lingkungan Al Mizan.
“Jangan takut gagal dan jangan takut mencoba. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tetapi bagian dari proses pembelajaran,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PCM Lamongan KH Drs Saifudin Zuhri MAg menegaskan bahwa visi dan misi lembaga pada hakikatnya merupakan perwujudan nilai keimanan dan amal saleh sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an.
“Kalau digambarkan dalam Al-Qur’an, visi dan misi itu diwujudkan melalui keimanan dan amal saleh. Karena itu seluruh tugas yang dijalankan di Pondok Pesantren Al Mizan hendaknya dilandasi keikhlasan,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan lembaga hanya dapat dicapai apabila setiap unsur menjalankan tugas sesuai posisi dan porsinya masing-masing.
“Dalam mencapai visi dan misi, kita harus berada pada posisi dan porsi masing-masing. Setiap bagian harus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik,” tegasnya.
Menurut Saifudin, seluruh pengelola, guru, dan tenaga kependidikan Al Mizan adalah para pejuang yang sedang mengemban amanah besar dalam membangun peradaban umat melalui pendidikan.
“Tugas dan perjuangan kita ini tidak kecil, sangat berat. Tetapi soal rezeki sudah diatur oleh Allah, sehingga tidak perlu merasa bingung,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa salah satu tugas strategis Al Mizan adalah menyiapkan kader-kader terbaik umat dan bangsa.
“Tugas kita adalah mendidik, membina, dan menyiapkan kader. Kader ulama, kader pemimpin, dan kader mubaligh. Karena itu mereka harus memiliki kemampuan dan kompetensi yang kuat,” jelasnya.
Ia berharap seluruh civitas Al Mizan dapat menjadi pribadi-pribadi yang ihsan dan muhsin dalam menjalankan pengabdian serta terus menjaga semangat perjuangan dalam mewujudkan cita-cita lembaga.
Menutup sambutannya, Saifudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Al Mizan atas dedikasi dan kerja keras yang selama ini telah diberikan.
“Atas nama PCM Lamongan, kami mengucapkan terima kasih atas segala usaha dan kerja keras panjenengan semua sebagai mujahid dan mujahidah dalam mewujudkan visi dan misi Al Mizan,” tuturnya.
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan kebijakan strategis oleh Mudir Al Mizan Mujianto MPdI sebagai bahan penyusunan program kerja tahun mendatang. Acara kemudian berlanjut dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif, sebelum ditutup dengan doa.
Melalui Raker 2026 ini, Al Mizan berkomitmen memperkuat implementasi visi dan misinya melalui keteladanan, kurikulum integratif, ekosistem pendidikan yang kondusif, serta penguatan kaderisasi untuk melahirkan generasi ulama, pemimpin, dan mubaligh yang berakhlak, kompeten, serta siap menjawab tantangan zaman.
Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan









