Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, SMPN 1 Pucuk Lamongan Gelar Apel dan Aksi Bersih Lingkungan

Listen to this article

LAMONGAN LintasJatimNews – Semangat menjaga kelestarian lingkungan hidup menggema di lingkungan SMP Negeri 1 Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jumat (5/6/2026). Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, sekolah tersebut menggelar apel bersama yang dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih lingkungan sekolah.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 600.4/651/413.116/2026 tanggal 29 Mei 2026 tentang pelaksanaan kegiatan Bersih Lingkungan dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026.

Apel yang berlangsung di lapangan sekolah diikuti oleh seluruh siswa kelas VII dan VIII yang berjumlah sekitar 240 peserta serta seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMP Negeri 1 Pucuk. Bertindak sebagai pembina apel, Kepala SMP Negeri 1 Pucuk, Muhammad Said, S.Pd., M.Pd.

Dalam amanatnya, Muhammad Said mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai sarana membangun kesadaran kolektif dalam menjaga bumi melalui tindakan nyata yang dimulai dari lingkungan sekolah.

“Nama Pucuk memiliki makna yang sangat baik. Pucuk adalah bagian paling muda dan paling hijau dari tanaman yang menjadi simbol pertumbuhan. Karena itu, SMP Negeri 1 Pucuk harus menjadi pelopor atau ‘pucuk’ dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya di hadapan peserta apel.

Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan sebagai pengingat akan berbagai tantangan lingkungan yang semakin nyata. Mulai dari perubahan iklim, cuaca yang tidak menentu, meningkatnya suhu udara, hingga persoalan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
“Langkah besar selalu dimulai dari hal kecil yang dilakukan secara terus-menerus. Kita tidak harus menanam jutaan pohon untuk menyelamatkan bumi. Yang terpenting adalah memulai dari tindakan sederhana di sekitar kita,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh siswa untuk menerapkan tiga langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Pertama, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membiasakan membawa botol minum (tumbler) dan tempat makan sendiri dari rumah. Kebiasaan ini diyakini dapat mengurangi volume sampah plastik yang dihasilkan setiap hari.

Kedua, membudayakan “Operasi Semut”, yaitu gerakan spontan memungut sampah yang ditemukan di lingkungan sekolah tanpa harus menunggu petugas kebersihan. Gerakan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan sekolah.
Ketiga, menghemat energi dengan mematikan lampu, kipas angin, maupun peralatan listrik lainnya ketika tidak digunakan. Selain mendukung pelestarian lingkungan, langkah tersebut juga menjadi bentuk pendidikan karakter tentang hidup hemat dan bertanggung jawab.

Tak hanya kepada siswa, Muhammad Said juga mengajak para guru untuk terus menjadi teladan dalam membangun budaya cinta lingkungan. Menurutnya, nilai-nilai kepedulian terhadap alam perlu diintegrasikan dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan.

“Generasi yang lahir dari SMP Negeri 1 Pucuk harus menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap kelestarian alam,” katanya.

Usai pelaksanaan apel, seluruh peserta mengikuti kegiatan kerja bakti dan aksi bersih-bersih di berbagai sudut lingkungan sekolah. Dengan penuh antusias, siswa bersama guru membersihkan halaman, taman, saluran air, serta area kelas dari sampah dan dedaunan yang berserakan.

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen SMP Negeri 1 Pucuk dalam mendukung gerakan peduli lingkungan sekaligus menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik melalui aksi langsung.

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 ini, SMP Negeri 1 Pucuk – Penyandang gelar Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 20205– berharap dapat terus menjadi sekolah yang hijau, bersih, dan nyaman, sekaligus melahirkan generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.

“Marilah kita buktikan bahwa SMP Negeri 1 Pucuk benar-benar menjadi ‘Pucuk’ yang menghijaukan, menyegarkan, bersih,dan indah membawa perubahan baik bagi bumi yang kita cintai,” pungkas Muhammad Said.

Reporter: M. Said