Merawat Tradisi, Menguatkan Pemberdayaan : Kiprah Muslimat NU di Tengah Perubahan Zaman

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang organisasi perempuan Nahdlatul Ulama ini. Dalam menjaga tradisi keislaman sekaligus menjawab tantangan sosial di tengah perkembangan zaman.

Selama delapan dekade, Muslimat NU tidak hanya hadir sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga tumbuh menjadi kekuatan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga di tingkat akar rumput.

Semangat tersebut tampak dalam rangkaian kegiatan Harlah ke-80 Muslimat NU dan Pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Karanggeneng masa khidmah 2026–2030 yang digelar di Gedung Serbaguna “Masykuri Shodiq” SMK NU Simo Sungelebak Karanggeneng, Lamongan.

Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu Dalam Khidmah, Bersama Mewujudkan Kemaslahatan Umat” itu berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Berbagai agenda sosial dan keagamaan digelar sebagai bentuk nyata pengabdian Muslimat NU kepada masyarakat.

Ketua PAC Muslimat NU Karanggeneng periode 2021–2025 sekaligus kembali dipercaya memimpin periode 2025–2030, Dr. Khotimah Suryani, M.Ag., mengatakan bahwa Muslimat NU harus terus hadir di tengah masyarakat melalui kerja nyata yang menyentuh kebutuhan umat.

“Muslimat NU tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial. Kami ingin hadir melalui kegiatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dalam bidang sosial, pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi perempuan,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi keagamaan untuk lebih adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi dasar perjuangan Nahdlatul Ulama.

Dalam rangkaian harlah tersebut, Muslimat NU Karanggeneng menggelar berbagai kegiatan sosial, di antaranya khotmil Quran 100 khataman, santunan anak yatim, pembagian sembako bagi dhuafa, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga festival UMKM yang melibatkan masyarakat setempat.

Dr. Khotimah menegaskan bahwa kegiatan santunan anak yatim bukan sekadar bentuk bantuan materi, melainkan juga upaya menghadirkan kepedulian sosial dan kasih sayang kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian.

“Anak-anak yatim perlu mendapatkan dukungan moral dan semangat agar mereka tetap memiliki harapan untuk masa depan. Muslimat NU ingin menanamkan nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ungkap Ketua Umum PC Fatayat NU Lamongan (2010- 2015).

Selain itu, festival UMKM menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian besar dari masyarakat. Berbagai produk olahan makanan, kerajinan, dan usaha rumahan hasil karya perempuan ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Menurut Dr. Khotimah, pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi salah satu fokus penting Muslimat NU saat ini. Perempuan tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam memperkuat ekonomi keluarga.

“Ketika perempuan memiliki kemandirian ekonomi, maka keluarga juga akan lebih kuat. Karena itu, Muslimat NU terus mendorong perempuan untuk berkembang dan memiliki keterampilan usaha,” jelas Wakil Ketua LKKNU PC NU Lamongan

Ia menambahkan, kekuatan Muslimat NU selama ini terletak pada kemampuannya menjaga keseimbangan antara tradisi keagamaan dan gerakan sosial kemasyarakatan. Pengajian, shalawat, dan kegiatan spiritual tetap dijaga, namun di saat yang sama organisasi juga aktif dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.

“Nilai-nilai Islam harus hadir dalam kehidupan nyata. Tidak hanya berhenti pada ibadah ritual, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PC Muslimat NU Lamongan, Dr. Hj. Kartika Hidayati, juga menyampaikan pesan penting tentang persatuan dan solidaritas organisasi. Ia mengingatkan seluruh pengurus agar terus menjaga kekompakan dan menghindari sikap saling menjatuhkan.

“Organisasi akan kuat jika dibangun dengan kebersamaan. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Kita harus saling mendukung dan saling menguatkan demi kemajuan Muslimat NU,” tegasnya

Pelantikan pengurus baru PAC Muslimat NU Karanggeneng bersama lembaga IHM NU dan IGPAUD Muslimat NU juga menjadi bagian penting dari proses regenerasi organisasi. Kepemimpinan baru di bawah Dr. Khotiah Suryani diharapkan mampu membawa Muslimat NU semakin berkembang dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Salah satu bentuk perhatian organisasi terhadap pendidikan terlihat melalui penyerahan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) bagi PAUD Muslimat NU se-Kecamatan Karanggeneng. Langkah tersebut dinilai penting sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kualitas generasi muda.

“Pendidikan anak usia dini adalah pondasi penting pembentukan karakter. Karena itu, Muslimat NU ingin ikut berkontribusi menyiapkan generasi yang berakhlak, cerdas, dan peduli terhadap lingkungan sosial,” ujar Dr. Khotimah yang juga Wakil I Rektor Unisda Lamongan ini

Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU akhirnya tidak hanya menjadi perayaan usia organisasi, tetapi juga penegasan bahwa pengabdian kepada umat harus terus dilakukan secara nyata dan berkelanjutan. Melalui kerja-kerja sosial yang sederhana namun istiqamah, Muslimat NU terus hadir sebagai penguat masyarakat dan penjaga nilai-nilai kebersamaan.

Di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks, keberadaan Muslimat NU dinilai semakin relevan sebagai organisasi perempuan yang mampu merawat tradisi keagamaan sekaligus menggerakkan pemberdayaan sosial demi terwujudnya kemaslahatan umat.

Reporter Fathurrahim Syuhadi