LAMONGAN lintasjatimnews – Suasana semarak dan penuh makna tampak di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Lamongan saat guru dan siswa memperingati Hari Kartini, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai perjuangan, pendidikan, dan penghargaan terhadap peran perempuan sejak dini.
Peringatan yang dimulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif. Para guru dan siswi mengenakan pakaian adat dan kebaya sebagai simbol perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mengangkat martabat perempuan melalui pendidikan.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi oleh pihak madrasah, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin oleh Ahmad Zainuddin, S.Pd.I. Setelah itu, kegiatan utama berupa pawai ta’aruf digelar dengan melibatkan seluruh guru dan siswa. Mereka berjalan mengelilingi Desa Kawistolegi sambil mengenakan pakaian adat serta membawa poster dan spanduk bertema perjuangan Kartini.
Sebelum pawai dimulai, Wakil Kepala Urusan Kesiswaan MIN 2 Lamongan, Anshori, S.Pd., memberikan sambutan pembuka. Dalam pesannya, ia menegaskan pentingnya meneladani semangat Kartini dalam kehidupan sehari-hari.
“Hari ini kita melaksanakan pawai ta’aruf sebagai bentuk syiar dan semangat kebersamaan. Kita tidak hanya mengenang perjuangan Kartini, tetapi juga meneladani semangat beliau dalam menuntut ilmu, berani bermimpi, dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap para siswa mampu mengambil pelajaran berharga dari peringatan ini. “Pendidikan adalah kunci masa depan. Setiap anak memiliki kesempatan untuk berprestasi dan mengharumkan nama madrasah, bangsa, dan agama,” tambahnya.
Lebih lanjut, Anshori menjelaskan bahwa peringatan Hari Kartini sebenarnya direncanakan pada 21 April. Namun, karena bertepatan dengan pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi siswa kelas VI pada 20–21 April 2026, maka kegiatan dialihkan ke 25 April 2026.
Sementara itu, Kepala MIN 2 Lamongan, Dwi Atmojo, S.Ag., M.A., dalam sambutannya menyampaikan sejumlah harapan dari terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya meneladani semangat Kartini, meningkatkan motivasi belajar, serta menumbuhkan rasa percaya diri siswa.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa mampu meneladani semangat perjuangan Kartini, semakin giat belajar, serta berani bermimpi besar untuk masa depan,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan antara guru, siswa, dan masyarakat. Selain itu, peringatan ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap menghargai peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak harus belajar menghormati peran ibu, guru, dan tokoh perempuan sebagai bagian penting dalam kehidupan,” tegasnya.
Setelah sambutan, Kepala MIN 2 Lamongan secara resmi melepas peserta pawai ta’aruf. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk perayaan, tetapi juga sarana syiar nilai-nilai perjuangan Kartini kepada masyarakat sekitar. Kehadiran para siswa dengan berbagai atribut perjuangan turut menarik perhatian warga Desa Kawistolegi.
Kegiatan ditutup dengan refleksi singkat dan penyampaian pesan motivasi kepada seluruh peserta. Salah satu siswa, Kaneisha Laquita Fanani dari kelas III A Bilingual, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya sangat senang bisa ikut peringatan Hari Kartini. Pawai keliling desa membuat saya bangga menjadi bagian dari madrasah ini. Saya juga senang melihat teman-teman memakai pakaian adat dan membawa poster tentang perjuangan Ibu Kartini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa terus dilaksanakan setiap tahun.
“Semoga kami bisa terus mengingat perjuangan beliau, semakin rajin belajar, berani bermimpi, dan menghargai peran ibu serta guru,” ungkapnya
M. Mahmud, S.Ag guru MIN 2 Lamongan menambahkan bahwa peringatan hari Kartini merupakan berkomitmen menanamkan nilai pendidikan. Keberanian, dan penghargaan terhadap sesama, sebagai bekal bagi siswa untuk tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.
“Generasi yang berakhlak mulia adalah generasi cerdas, dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya
Reporter Fathurrahim Syuhadi









