SURABAYA lintasjatimnews – Pedagang dan pengunjung THP (Taman Hiburan Pantai) Kenjeran digegerkan aksi pembacokan di area parkir mobil. Pertikaian itu melibatkan dua pria yang merupakan keponakan dan paman. Sang keponakan lah yang membacok paman
Dalam perkelahian itu sang paman bernama Dul Bahri bersimbah darah usai tangan kirinya disabet parang oleh keponakannya Darwis. “Korban terkena sabetan tangan kiri hingga nyaris putus,” kata Ragil warga Tambak Deres yang mengetahui insiden berdarah itu.
Dari informasi yang dihimpun kejadian itu dipicu karena masalah keluarga, diantaranya soal rebutan harta warisan. Kedua pihak yang masih bersaudara ini bertikai karena utang piutang dan meledak karena soal meludah.
Sebenarnya sudah lama masalahnya, puncaknya tadi pagi, karena korban meludahi stan adik pelaku. Mendapat kabar tidak menyenangkan dari adiknya itu. Darwis menyanggong pamannya di depan pintu masuk THP Kenjeran lama. Setelah keduanya saling bertemu di area parkir mobil, Darwis yang sudah mempersenjatai dengan senjata tajam (sajam) langsung menyerang Dul Bahri
Akibatnya fatal, tangan kiri Dul Bahri nyaris putus kena sabetan sajam. Tidak berhenti disini. Meski Dul Bahri berlumuran darah, Darwis yang gelap mata terus mengejar pamannya itu hingga keluar area THP, Jumat (08/09/2022)
Darah segar itu terus bercucuran ke jalan akibat luka bacok itu, aksi kejar-kejaran terjadi hingga di area perkampungan Jalan Tambak Deres VI Surabaya.
Darwis terus mengacungkan sajam itu dan beberapa kali menyabetkan ke arah belakang tubuh Dul Bahri, beruntung sabetan itu tidak mengenai tubuh korban. Setelah dibacok korban lari ke rumah mbaknya yang ada di Jalan Tambak Deres dekat masjid hingga akhirnya Darwis memutuskan untuk kembali mengambil motornya yang terparkir di THP.
Usai kejadian itu Darwis langsung kabur entah kemana, Pihak kepolisian saat ini masih memburu pelaku pembacokan dan anggota Reskrim Polsek Kenjeran, masih di lapangan memburu pelaku yang sedang kabur. Dan kini anggota sudah mendatangi alamat pelaku yang dihimpun anggota, namun pelaku tidak ada dan. “Ada yang bilang kabur ke Pasar Loak,” kata AKP Soeryadi, Kanitreskrim Polsek Kenjeran.
Reporter: EKO









