LAMONGAN lintasjatimnews.com – Pasca cuaca ekstrem di Musim Barat atau Baratan tahun 2023. Nelayan kecil Pantura Lamongan sudah mulai melaut sebagai aktivitas rutin selama kurang lebih satu bulan.
Hasil tangkapan rajungan cukup beragam rata-rata perolehan antara 4 kilogram sampai 15 kilogram dengan harga mulai normal kembali. Harga rajungan dari nelayan Pantura Lamongan saat ini berkisar antara Rp 55.000 sampai Rp 65.000.
Sudah tiga hari ini kondisi cuaca kurang bersahabat, terkadang angin sangat kencang (kemaragan) tiba-tiba datang disertai dengan mendung hitam pekat yang bergumpal-gumpal. Walaupun demikian, nelayan tetap berangkat melaut dengan penuh kewaspadaan.
Salah satu nelayan Blok Watu Bolong Paciran, Mubarok, menuturkan kepada reporter lintasjatimnews. Sabtu dini hari (11/2/2023) nelayan sudah berangkat pukul 03.00 WIB, namun semuanya kembali pulang karena angin kencang tiba-tiba datang.
“Memang bebera hari ini cuaca kurang bersahabat, hal ini terlihat tanda-tandanya. Setiap sore mendung datang bergulung-gulung terkadang menjadi hujan atau berubah menjadi angin kencang. Maka nelayan biasaya tidak melaut atau melaut tetapi siaga karena sewaktu-waktu bisa pulang lebih cepat,” demikian tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Imam Syafi’I, nelayan blok Musdama Paciran, “Berdasarkan kebiasaan memang Musim Barat belum selesai. Bahkan terkadang sampai bulan Maret. Maka nelayan kecil paciran senantiasa untuk waspada, apabila cuaca ekstrim nelayan tidak melaut demi menjaga keamanan dan keselamatan jiwa,” ujarnya.
“Memang tangkapan rajungan beberapa hari cukup bagus dan harga mulai membaik, namun demikian nelayan dengan armada kecil tetap waspada dan siaga menghadapi Musim Barat setiap tahunnya,” demikian pungkasnya.
Masyarakat pesisir Lamongan berdoa dan berharap, semoga Musim barat tahun ini segera belalu sehingga nelayan bisa melaut dengan aman.
Reporter: Efendi









