LAMONGAN lintasjatimnews – HUT RI adalah sebuah momen yang begitu berharga. Kemerdekaan ialah sebuah bentuk kebebasan dalam setiap hal. Baik itu kebebasan dalam mengutarakan gagasan, pendapat, dan sebuah wujud kata ‘merdeka’ dalam tiap aspek kehidupan. Hari kemerdekaan ke 77 ini mengandung makna yang mendalam. Khususnya bagi pengiat literasi. Begitu ungkapan Dita Dwi Cahyani pegiat Rumah Baca Api Literasi dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-77.
“Semakin bertumbuh usia kemerdekaan RI, semakin bertumbuh pula ide dan aspirasi pengiat literasi di seluruh negeri. Dengan berusaha memaksimalkan apa yang ada, kemerdekaan tidak boleh menjadi sebuah kata saja. Melainkan sebuah aksi yang nyata untuk terus dijaga sepanjang masa. Hal tersebut dilakukan guna kelangsungan dan masa depan bangsa,” ungkapnya kepada Lintasjatimnews (15/8/2022).
Menurutnya, sebagai pengiat literasi adalah dengan berpartisipasi. Sebab, ungkapan atau perkataan saja tanpa peran serta belum membuktikan semangat dalam memaknai hari kemerdekaan RI. Dengan berperan serta, pengiat literasi turut berkontribusi di hari kemerdekaan kali ini.
Adapun peran serta yang bisa kami lakukan sebagai pengiat literasi yaitu dengan aktif memeriahkan HUT kemerdekaan RI ke 77, menyuarakan dan menyiarkan melalui karya, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat luas tentang pentingnya menjaga kemerdekaan. Dengan begitu setiap orang akan memahami hakikat kata merdeka.
Beragam tantangan pasti hadir untuk para pengiat literasi. Kebanyakan tantangan terkait dengan melawan kemalasan. Rasa malas adalah musuh utama anak muda, termasuk pengiat literasi.
“Dengan menyingkirkan kemalasan, pemuda bisa dianggap selangkah lebih maju ke depan. Sebab, ketika rasa malas itu hilang, mulai tertanam kebaikan-kebaikan untuk direalisasikan. Dengan bermodal melawan malas itu, pengiat literasi harus mampu menantang diri. Berusaha sebaik mungkin mempersembahkan karya untuk negeri tercinta ini. Serta berkontribusi melalui tulisan-tulisan yang menggerakkan pikiran, tindakan, juga hati,” pungkasnya.
Reporter : Fathan Faris Saputro









