Kasmono, Pebisnis Sangkar Burung Sampai Ke Mancanegara

Listen to this article

TUBAN lintasjatimnews – Pengalaman adalah guru terbaik, pepatah ini menjadi motivasi bagi sejumlah pengusaha meraih kesuksesan. Seperti yang dirasakan oleh Kasmono pengrajin sangkar burung di Dusun Mlaten Desa Kebomlati Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban, Kamis (3/3/2022)

Berbekal keahlian yang diperolehnya saat masih bekerja di Surabaya. Kamono mencoba menekuni usaha pembuatan sangkar burung yang bernilai seni tinggi

Tak tanggung-tanggung kini usaha yang dirintisnya sejak 17 tahun lalu mampu merambah pasar internasional. Sayangnya dalam situasi pandemi, usaha yang digelutinya merosot hampir 50 persen karena terdampak wabah Vovid 19.

Menurut Kasmono, sangkar burung model burung merak menjadi salah satu produk andalanya. Dalam satu bulan mampu menjual hingga 30 sangkar burung dengan omzet puluhan juta rupiah.

“Satu bulan sekali kita kirim dengan jumlah sekitar 30 buah. Sangkar burung yang sering dipesan pelanggan berbentuk Ganesa dan Anoman, ” jelas Kasmono kepada lintasjatimnews

Bermodalkan peralatan sederhana, seperti kompresor, air brush, gergaji, palu serta alat lainnya, pria 42 tahun itu dalam sehari bisa memproduksi 5-6 barang setengah jadi. Ia dibantu tiga orang karyawannya.

Kasmono membanderol produknya dengan harga sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu perbuahnya untuk kelas merak. Harga tersebut sesuai dengan tingkat kesulitan pembuatannya.

Masih kata Kasmono, sangkar burung tersebut dipasarkan melalui relasinya yang ada di Surabaya. Selanjutnya dipasarkan keluar daerah di Kalimantan, Bali, bahkan hingga ke luar negeri

“Sistemnya saya jual ke teman yang ada di Surabaya. Nanti dia yangmenjual lagi ke konsumennya yang ada kalimantan, Bali. Ada juga yang ke Bangkok serta Malaysia,” katanya.

Dalam proses pengerjaan, Kasmono dibantu 3 karyawannya sewaktu belum pandemi. Sekarang hanya istrinya yang membantu mulai dari pembuatan pola pemotongan hingga finishing.

Selain itu, jelas Kasmono melihat potensi pasar yang masih menjanjikan ia berencana mengembangkan keahliannya dengan memproduksi model baru. Tentu ini butuh waktu dan modal yang memadai

“Rencananya, bikin model jataya, sebab ada beberapa konsumen yang pesan. Namun untuk saat ini belum bisa terpenuhi, karena waktu dan tenaga yang terbatas,” pungkasnya

Reporter : Qomari