LAMONGAN lintasjatimnews.com – Keheningan yang hangat menyelimuti Aula Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 09 Labuhan (MI MULA) pada Selasa (20/10/2026). Sebanyak 31 siswa kelas 6 melangkah satu per satu dengan santun dan tenang menuju meja psikolog. Hari itu menjadi momen istimewa, sebab untuk pertama kalinya para siswa mendapatkan pengalaman berharga mengikuti kegiatan pemetaan psikologi kognitif dan tes working memory.
Program sentuhan kasih dan ilmu ini diinisiasi oleh Anny Setiawati, S.Pd., mahasiswi S-2 Pascasarjana Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kehadirannya di MI MULA bukan sekadar untuk menyelesaikan penelitian tesis akademiknya, melainkan juga bentuk kepedulian mendalam terhadap perkembangan belajar anak-anak.
Anny menjelaskan bahwa tes working memory dan psikologi kognitif ini bertujuan untuk mengukur secara pasti kapasitas daya ingat kerja serta pemrosesan berpikir siswa. “Melalui tes ini, kami berharap bisa memperoleh data yang konkrit mengenai kapasitas working memory dan psikologi kognitif anak-anak kelas 6. Selain memenuhi syarat akademik tesis, besar harapan saya hasil tes ini kelak dapat menjadi acuan bagi bapak dan ibu guru di MIM 09 Labuhan dalam mengembangkan modul ajar yang lebih efektif, khususnya pada mata pelajaran matematika,” ungkapnya penuh harap.
Demi menghadirkan pelayanan terbaik dan akurat bagi anak-anak, Anny menggandeng tiga tenaga profesional dari Lembaga Psikologi Omah Jiwa Mental Health Center Tuban. Mereka adalah Anggi Citra Alfiroh, M.Psi., Psikolog, serta dua asisten psikolog, Siti Lia Munawarah dan Wulan Nufitasari. Dengan kesabaran dan kehangatan, tim psikolog membimbing setiap siswa melewati tahapan tes tanpa rasa canggung atau takut.
Membuka Jendela Potensi dan Masa Depan Anak
Langkah inovatif ini memberikan sudut pandang baru dalam dunia pendidikan dasar. Selama ini, gaya belajar dan kapasitas daya ingat anak sering kali diukur hanya dari nilai di atas kertas ujian. Padahal, setiap anak memiliki kecepatan pemrosesan informasi dan cara kerja otak yang unik. Lewat pemetaan working memory, para pendidik kini dapat memahami mengapa seorang siswa mungkin kesulitan memahami konsep matematika tertentu, atau bagaimana cara terbaik menyajikan materi agar mudah diserap oleh masing-masing anak.
Pendekatan berbasis empati dan data sains ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memahami kondisi psikologis muridnya.
Kepala MI MULA, Ma’in, SH.I., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan bersejarah ini. “Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan sangat lancar dan sukses. Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Anny dan tim psikolog dari Omah Jiwa yang telah memberikan perhatian luar biasa kepada anak-anak kami,” tuturnya.
Ma’in pun berkomitmen penuh untuk memanfaatkan hasil tes ini secara optimal. Data yang diperoleh akan dijadikan pijakan otentik dalam memetakan kemampuan dasar siswa, sekaligus menjadi bahan pertimbangan utama madrasah dalam merancang program pembinaan bakat dan minat anak didik di masa mendatang.
Langkah Kecil untuk Harapan Besar
Senyum polos dan binar mata para siswa kelas 6 MI MULA hari itu menjadi saksi bahwa pendidikan adalah tentang merawat harapan. Di balik lembaran soal dan sesi konsultasi, ada ikhtiar tulus untuk memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam meraih mimpinya. Semoga hasil dari kegiatan ini menjadi awal lahirnya generasi madrasah yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tumbuh bahagia karena dipahami dan dibimbing sesuai dengan keunikan potensi diri mereka.
Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan









