TUBAN lintasjatimnews.com – MTs Muhammadiyah 5 [Mulia] Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, menggelar Kemah Siswa selama tiga hari, Senin–Rabu (12014/10/2026), di Bumi Perkemahan Jatiwangi, Merakurak, Tuban, Jawa Timur. Kegiatan ini mengusung tema “Mandiri, Disiplin, dan Berakhlak” sebagai upaya membentuk karakter siswa melalui kegiatan kepanduan Hizbul Wathan (HW).
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTs Mulia Payaman, Yuli Mujahidin, M.Pd., menyampaikan bahwa kemah siswa merupakan sarana pendidikan di luar kelas yang memberikan pengalaman belajar secara langsung. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk memiliki kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Yuli, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas, tetapi perlu diperkuat melalui pembiasaan dan praktik langsung. Perkemahan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar mengatur diri, bekerja sama, menaati aturan, serta menyelesaikan tanggung jawab bersama.
“Melalui kegiatan kemah ini, kami berharap siswa tidak hanya memperoleh pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” ungkapnya.
Pembukaan dan Materi Kepanduan
Upacara pembukaan dipimpin Ramanda Aminulloh Fatkhur Roziqi, Wakil Sekretaris Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur. Sementara itu, Sambutan kepala madrasah disampaikan Yuli Mujahidin, M.Pd., selaku Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTsM 5 Payaman.
Kegiatan tersebut dihadiri para dewan guru, asatidz, serta anggota Dewan Sugli Wilayah, yakni Rakanda M. Saifur Rohim dan Rakanda Surya Negara.
Pada hari pertama, peserta mengikuti materi Hizbul Wathan yang disampaikan Ramanda Aminulloh Fatkhur Roziqi. Materi tersebut memperkenalkan nilai-nilai kepanduan sekaligus memperkuat pemahaman siswa tentang pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengabdian.
Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan materi kepemimpinan oleh Rakanda Fahrur Rizal Hasan. Para peserta diajak memahami pentingnya keberanian mengambil keputusan, tanggung jawab, keteladanan, dan kemampuan bekerja sama dalam kelompok.
Perkuat Spiritual dan Keterampilan Kepanduan
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan salat tahajud bersama, salat Subuh berjamaah, zikir pagi, dan murojaah Surah Al-Mulk. Pembiasaan ibadah ini menjadi bagian dari upaya membentuk siswa yang memiliki keseimbangan antara keterampilan, kedisiplinan, dan keimanan.
Setelah itu, peserta mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat, membersihkan diri, dan sarapan bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan materi keterampilan kepanduan berupa pionering, morse, dan semaphore yang dipandu anggota Dewan Sugli Wilayah.
Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar ketelitian, konsentrasi, komunikasi, kekompakan, dan kerja sama. Pada malam harinya, peserta menampilkan kreativitas melalui pentas seni yang menjadi wadah untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, dan apresiasi terhadap kemampuan teman.
Ditutup dengan Fun Game dan Renang
Hari ketiga diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan berbagai fun game dan lomba yel-yel berhadiah. Kegiatan ini membangun suasana kebersamaan sekaligus melatih kekompakan dan sportivitas antarpeserta.
Rangkaian kemah ditutup dengan upacara penutupan yang dipimpin Yuli Mujahidin, M.Pd. Setelah itu, peserta mengikuti kegiatan penyegaran dengan berenang di kolam renang Jatiwangi. Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan kepulangan peserta setelah salat Zuhur berjamaah.
Yuli berharap nilai-nilai yang diperoleh selama perkemahan dapat menjadi kebiasaan positif bagi para siswa, bukan sekadar pengalaman selama tiga hari di alam terbuka.
“Pada dasarnya, kemah bukan sekadar mendirikan tenda dan mengikuti permainan. Kemah merupakan bagian dari proses pendidikan karakter untuk membentuk generasi yang tangguh, mandiri, bertanggung jawab, berjiwa pemimpin, dan berakhlak mulia,” pungkasnya
Reporter: Fathurrahim Syuhadi









