Wabup Dirham: Beasiswa Perintis dan Aksi Biru Perluas Akses Pendidikan di Lamongan

Listen to this article

LAMONGANlintasjatimnews – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat komitmen memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan. Upaya tersebut diwujudkan melalui sejumlah program strategis, di antaranya Beasiswa Perintis dan Aksi Biru.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, saat menghadiri acara Momentum (Mutu Open House and Education Forum) di SMP Muhammadiyah 7 Blimbing Paciran, Sabtu (12/9/2026).

Dalam sambutannya, Wabup Dirham mengatakan pemerataan pendidikan menjadi salah satu perhatian penting Pemerintah Kabupaten Lamongan. Hal itu tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan sebesar 76,81, yang masuk kategori tinggi dan berada di atas rata-rata Jawa Timur.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan manusia, selain kesehatan dan kemampuan atau daya beli masyarakat.

“Pendidikan menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan manusia. Karena itu, pemerintah harus memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujar Dirham.

Untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal, Pemkab Lamongan meluncurkan Program Aksi Biru, kepanjangan dari Anak Tidak Sekolah Kembali Sekolah melalui Bakti Insan Guru, pada Agustus 2025.

Program tersebut melibatkan sekitar 500 guru pendamping dari Himpaudi dan IGTKI. Pendampingan dilakukan dengan rasio satu guru untuk 15 anak.

Sasaran Aksi Biru adalah anak usia 7 hingga 18 tahun yang mengalami putus sekolah, telah lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan, maupun anak yang belum pernah bersekolah.

Program tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu solusi untuk mengembalikan anak-anak yang berada di luar sistem pendidikan agar kembali mendapatkan hak belajar.

Selain Aksi Biru, Wabup Dirham juga menyoroti Beasiswa Perintis yang menjadi salah satu dari 15 program prioritas kepemimpinan YES–Dirham.

Beasiswa Perintis dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat Lamongan. Program tersebut menyasar tiga kategori penerima, yakni anak yang tidak mampu secara ekonomi, anak berprestasi, serta penghafal Al-Qur’an minimal 15 juz.

Jenjang pendidikan yang dapat memperoleh dukungan Beasiswa Perintis cukup luas, mulai dari SD hingga S2.

Wabup Dirham juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan kesempatan tersebut. Pendaftaran Beasiswa Perintis dibuka hingga 30 September 2026 melalui laman perintis.lamongankab.go.id.

“Mulai SD hingga S2, semua terjawab di Beasiswa Perintis. Ini komitmen kami agar tidak ada anak Lamongan yang putus asa karena biaya,” tegas Wabup Dirham.

Lebih lanjut, Dirham menilai tantangan dunia pendidikan ke depan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Anak-anak juga perlu dibekali dengan berbagai keterampilan yang mendukung mereka menghadapi perubahan zaman.

Di antaranya kemampuan soft skill, seperti kepercayaan diri, public speaking, critical thinking, dan decision making.

“Anak-anak kita tidak cukup hanya pintar secara akademik. Mereka juga harus memiliki kepercayaan diri, mampu berkomunikasi, berpikir kritis, dan berani mengambil keputusan,” ungkapnya.

Karena itu, Wabup Dirham mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang memberikan dampak nyata. Pemerintah, sekolah, orang tua, hingga pelaku usaha dinilai memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi Lamongan yang unggul.

Kolaborasi tersebut, lanjutnya, menjadi kunci agar berbagai program pendidikan yang telah dirancang pemerintah tidak berhenti pada kebijakan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan Beasiswa Perintis dan Aksi Biru, Pemkab Lamongan berupaya memastikan persoalan ekonomi, keterbatasan akses, maupun kondisi sosial tidak menjadi alasan bagi anak-anak untuk kehilangan kesempatan meraih pendidikan.

Reporter: Fathurrahim Syuhadi