LAMONGAN lintasjatimnews – SMP Mutu Blimbing sebutan SMP Muhammadiyah 7 Paciran Lamongan meluncurkan Program Momentum (Mutu Open House & Education Forum). Acara Momentum digelar di halaman sekolah, pada hari Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan Program Momentum dihadiri Wakil Bupati Lamongan (Dirham Akbar Aksara, S.T., B.Eng., M.Sc) dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan (Dr. H. Shodikin, M.Pd) sabagai Keynote Speaker. Acara juga dihadir civitas akademika SMP Mutu Blimbing, Paciran dan tamu undangan pejabat pemerintah kecamatan Paciran dan Brondong, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Acara dibuka dan pemandu MC, pembacaan Kalam Ilahi, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, sambutan kepala SMP Mutu Blimbing, pencerahan dan penguatan dari Wakil Bupati Lamongan dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan. Berikut pesan dua tokoh tersebut:
Pencerahan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan (Dr. H. Shodikin, M.Pd)
Pertama, sekolah harus ada branding; ada personal branding dan ada institutional branding. Kedua hal tersebut sangat urgen.
Kedua, SMP Mutu Blimbing memang sekolah yang tumbuh dan berkembang; dibangun oleh masyarakat. Sekolah ini juga merupakan sekolah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, sekolah ini tidak boleh lepas dari masyarakat. Ke depan, sekolah harus tumbuh dan besar bersama masyarakat.
Ketiga, acara Momentum ini sebenarnya menjadi sarana agar seluruh stakeholder yang ada di sekitar sini diundang dan diajak berdiskusi bersama. Sebenarnya akan lebih hidup jika di sini ada beberapa kursi – seperti Mas Wabub dan teman-teman berbincang secara santai dan tidak formal sehingga bisa menggali potensi yang ada.
Keempat, SMP Muhammadiyah 7 disingkat menjadi SMP Mutu, di dalam kata “Mutu” tersebut sejatinya terdapat institutional branding (citra institusi). Artinya, institusi ini memang harus benar-benar bermutu. Mutu yang dimaksud adalah bagaimana kita menyelaraskan antara citra dengan layanan yang diberikan.
Kelima, Bagaimana cara menciptakan lembaga pendidikan yang unggul saat ini? Misalnya, ada siswa yang memiliki minat pada tahfiz, seni, olahraga, atau teknologi sejak kecil. Nantinya, akan disediakan kegiatan ekstrakurikuler yang mampu mengenali potensi, kelebihan, serta bakat dan minat setiap individu. Peluang ini harus ditangkap oleh pihak sekolah untuk memastikan bahwa pada tahun ini terdapat berbagai program ekstrakurikuler yang beragam dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.
Keenam, tren penghafal Al-Qur’an di kawasan Pantura sejak 1950-an dan 1960-an hingga saat ini, Pantura Lamongan telah dipercaya sebagai pusat lahirnya para penghafal Al-Qur’an. Saat ini, tren tersebut mulai menyebar ke wilayah selatan. Di wilayah selatan Lamongan kini semakin banyak lahir para penghafal Al-Qur’an, yang merupakan berkah dari gerakan ”Lamongan Menghafal Al-Qur’an”.
Penguatan Wakil Bupati Lamongan (Dirham Akbar Aksara, S.T., B.Eng., M.Sc).
Pertama, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Lamongan mengapresiasi atas terselenggaranya acara peluncuran program Momentum pada hari ini. Perlu kami sampaikan pula bahwa kebijakan di Kabupaten Lamongan sudah merata aksinya.
Kedua, ini dibuktikan dengan salah satu indikator, yaitu Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) yang mencapai 76,81. Indikator ini masuk dalam kategori tinggi, bahkan lebih tinggi daripada rata-rata Provinsi Jawa Timur. Akses pendidikan, yang mencakup Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS)
Ketiga, Kami sangat mengapresiasi Forkopimcam, Pak Camat, Bu Camat, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah membantu anak-anak kita kembali ke sekolah. Pemkab menyediakan program Beasiswa Perintis melalui Dinas Pendidikan bagi beasiswa untuk anak-anak kita dengan kriteria; kurang mampu secara ekonomi, berprestasi, dan/atauTahfiz Al-Qur’an (minimal hafal 15 juz) dapat mengakses pendidikan jenjang S-1 hingga S-2.
Keempat, harapan pribadi saya saat dalam perjalanan dari rumah dinas menuju SMP Muhammadiyah 7 ini, pertama-tama adalah terciptanya sharing knowledge (berbagi pengetahuan) dari berbagai pihak: mulai dari kepala sekolah, wali murid selaku orang tua siswa, hingga pelaku usaha.
Kelima, dalam menghadapi era Society 5.0. Hal ini menandakan bahwa keterbukaan informasi kini hadir tanpa filter, dan perkembangan teknologi terjadi begitu pesat hingga sulit diprediksi. Semangat inilah yang harus kita tanamkan di era Society 5.0 ini. Selain itu, melalui peran aktif bapak/ibu Guru sekalian, serta orang tua sebagai pondasi utama pendidikan di rumah.
Reporter: Efendy









