LAMONGAN lintasjatimnews – Kegiatan pendadaran dan pembentukan karakter siswa SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring, Kabupaten Lamongan, yang berlangsung selama enam hari berjalan dengan baik dan lancar, Jumat (11/9/2026)
Kegiatan yang dipusatkan di lapangan SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring tersebut diikuti sebanyak 277 siswa kelas X dan XI. Selama mengikuti kegiatan, para siswa mendapatkan pembinaan secara fisik maupun mental melalui berbagai materi dan latihan kedisiplinan.
Tiga hari pertama, pembinaan diberikan oleh pelatih dari anggota TNI Koramil Kecamatan Kedungpring. Selanjutnya, selama tiga hari berikutnya, pembinaan dilanjutkan oleh para pembina taruna dari SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban.
Berbagai materi diberikan dalam kegiatan pendadaran tersebut. Di antaranya kedisiplinan diri, perubahan sikap, kemandirian, wawasan kebangsaan, kerja sama tim, solidaritas, serta pembiasaan sikap hormat dan sopan santun terhadap sesama.
Wakasek Kesiswaan SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring, Heru Joko Santoso, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh siswa yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan antusias.
“Alhamdulillah, kegiatan pendadaran dan pembentukan karakter siswa yang diselenggarakan selama enam hari ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi semangat serta antusiasme seluruh murid dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” ujarnya.
Menurut Heru, pendadaran yang telah dilaksanakan selama beberapa tahun tersebut memberikan dampak positif terhadap perubahan sikap dan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Ia menyebut, perubahan tersebut terlihat antara lain dari semakin meningkatnya ketepatan waktu, kerapian dalam mengenakan seragam, kedisiplinan, serta kemandirian siswa.
“Kegiatan ini berhasil membawa perubahan positif yang signifikan pada sikap murid sehari-hari, terutama dalam hal ketepatan waktu, kerapian berseragam, dan kedisiplinan lainnya,” ungkapnya.
Tidak hanya dalam kedisiplinan pribadi, program pendadaran juga dinilai berhasil menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa terhadap lingkungan sekolah. Para siswa mulai menunjukkan kemandirian dalam menjaga kebersihan kelas maupun lingkungan sekolah tanpa harus selalu menunggu instruksi dari guru.
Salah satu pembiasaan yang terlihat adalah kegiatan sebelum pembelajaran dimulai. Sekitar 15 menit sebelum bel berbunyi, para siswa sudah berbaris dengan rapi di lapangan untuk mengikuti kegiatan absensi dan apel pagi bersama.
“Melalui program ini, murid menunjukkan peningkatan kemandirian yang luar biasa. Mereka tidak lagi bergantung penuh pada arahan guru dalam beberapa hal, seperti menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah,” jelasnya.
Lebih jauh, Heru menilai pendadaran juga mampu membangun solidaritas dan kerja sama yang kuat antarsiswa. Para siswa didorong untuk bekerja dalam kelompok, saling membantu, serta menghargai perbedaan tanpa membeda-bedakan teman.
“Kami bangga melihat bagaimana kegiatan ini mampu memupuk rasa solidaritas dan kerja sama yang erat antar murid tanpa membeda-bedakan teman satu dengan yang lain,” tegasnya.
Perubahan karakter juga tampak dalam interaksi siswa dengan warga sekolah. Para siswa kini dinilai semakin sopan dan menunjukkan sikap hormat ketika berkomunikasi dengan guru, karyawan sekolah, maupun sesama teman.
Heru berharap nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan pendadaran tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Menurutnya, pembentukan karakter harus menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan pendadaran bukan hanya tentang latihan selama enam hari, tetapi bagaimana nilai kedisiplinan, kemandirian, solidaritas, kerja sama, sopan santun, dan rasa hormat itu menjadi karakter yang melekat pada diri siswa,” pungkasnya.
Ia menambahkan, seluruh warga SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring patut bersyukur dan bangga karena program pendadaran tersebut menjadi salah satu ikhtiar sekolah dalam membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu bekerja sama dengan orang lain.
Reporter: Fathurrahim Syuhadi









