AMBALAU lintajatimnews – Pasiops Kodim 0801/Pacitan Kapten Inf Nanang Cahyo diono yang tergabung dalam Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI yang dipimpin Letkol Adm Sutikno, S.E., M.Han., menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi di kantor Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (4/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Ambalau, Kapolsek Ambalau, Koramil 1205-10 Ambalau, Kades wilayah Ambalau, tokoh masyarakat Ambalau, perwakilan PT. Sinar Sawit Andalan (PT. SSA), dan Pelajar.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam upaya penanganan serta pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Dalam keterangannya, Tim Penyuluh Mabes TNI menegaskan bahwa pencegahan karhutla tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi aktif dari seluruh elemen agar potensi bencana karhutla dapat ditekan sejak dini.
Penanganan karhutla membutuhkan langkah terpadu. Pemerintah menyediakan regulasi dan fasilitas, dunia usaha berkewajiban menjaga konsesi serta lingkungan sekitar, dan masyarakat menjadi garda terdepan dalam penerapan pembukaan lahan tanpa bakar,” kata Kolonel Sutikno Tim Penyuluh Mabes TNI.
Sementara itu Kapten Inf Nanang Cahyo Diono mewakili Kodim 0801/Pacitan – Korem 081/Dsj juga menambahkan agar dalam menangani kebakaran hutan dan lahan kita dapat bekerja sama, jangan hanya bergantung pada salah satu pihak.
“Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan ini sudah menjadi bencana nasional karena asapnya telah mengakibatkan polusi udara yang dapat mengganggu kesehatan, juga dapat menghambat penerbangan sebagai transportasi udara, “ungkapnya.
Pasiops Kapten Nanang juga menambahkan dalam hal ini pihak pemerintah menyediakan regulasi, pengawasan, serta dukungan sarana dan prasarana.
“Masyarakat menerapkan metode pengelolaan lahan ramah lingkungan dan aktif berpatroli. Dunia Usaha menjaga area konsesi, menyediakan Sekat Kanal/Regu Pemadam, serta menyalurkan CSR lingkungan,”tambahnya
Masyarakat Ambalau menyambut positif ajakan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi aktif menjaga wilayah mereka dari ancaman karhutla.
Tim Mabes TNI juga mengimbau warga agar segera melaporkan titik api (hotspot) sekecil apa pun kepada aparat terdekat untuk penanganan cepat. Melalui sinergitas ini, diharapkan Kecamatan Ambalau dapat menjadi contoh kawasan yang tangguh dan bebas dari asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
(Krisna)









