Transformasi Pembelajaran Vokasi: Majelis Dikdasmen & PNF PDM Lamongan Dorong Guru SMK Berlandaskan Spirit, Growth, dan Action

Listen to this article

LAMONGAN LintaJatimNews – Forum Kepala SMK Muhammadiyah (FOKSMU) Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan Workshop dan Upgrading Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Pembelajaran Vokasi: Desain PjBL Terintegrasi dengan Digital dan Entrepreneurship” ini berlangsung khidmat dan penuh semangat di Aula Masjid Asy-Syifa RS Muhammadiyah Lamongan, Kamis (3/9/2026).

Acara ini dihadiri oleh sekitar 130 guru perwakilan dari 13 SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan. Turut hadir Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Majelis Dikdasmen & PNF PDM Lamongan, Pengurus FOKSMU, serta Widyaiswara dari BBPPMPV BOE Malang selaku narasumber utama.

Acara Pembukaan Dipandu Zun Aini, S.Pd., M.Pd. diawali menyayikan Lagu Kebangsaan Indinesia Raya dan Mars Muhammadiyah, dilanjutkan Kajian Iftitah dan Pengarahan, Sambutan Ketua Panitia, dan Sambutan Ketua PD Muhammadiyah Lamongan, sekaligus membuka membuka secara resmi Worksop dan Upgrading.

Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PDM Lamongan, M. Said, S.Pd., M.Pd. dalam papararannya pada sesi kajian iftitah Kegiatan diawali dengan Sesi Kajian Iftitah dan Pengarahan menegaskan pentingnya menanamkan spirit ibadah dan etos kerja profesional (Ihsan) dalam setiap aktivitas pembelajaran vokasi. Hal tersebut disampaikan karena menjadi tagline kegiatan tersebut yang terpampang pada flayer, ungkapnya

“Pendidikan kejuruan di Muhammadiyah tidak sekadar mencetak tenaga kerja terampil, tetapi melahirkan generasi berkarakter unggul dan berakhlak mulia. Niatkan penyusunan perangkat ajar dan proses mengajar ini sebagai bagian dari ibadah,” ujar M. Said di hadapan ratusan peserta workshop.

Beliau menyitir hadits Rasulullah SAW tentang kewajiban berbuat Ihsan dalam segala hal (HR. Muslim), yang menjadi landasan bahwa guru SMK Muhammadiyah wajib memiliki etos kerja tinggi, cermat, serta berstandar industri.

Lebih lanjut, Said yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 1 Pucuk membedah tiga prinsip utama yang menjadi pilar perjuangan pendidik vokasi Muhammadiyah saat ini:

Spirit (Semangat Berorientasi Ibadah): Menjadikan pengabdian di SMK Muhammadiyah sebagai sarana dakwah amar ma’ruf nahi munkar melalui jalur pendidikan kejuruan.

Growth (Pertumbuhan Kompetensi Continuous Learning): Guru dituntut untuk tidak cepat berpuas diri dan selalu memperbarui ilmu pengetahuan sesuai perkembangan zaman. Mengutip QS. Al-Mujadilah ayat 11, Said menekankan bahwa Allah SWT akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.

Action (Kerja Nyata dan Hasil Konkret): Hasil dari workshop ini tidak boleh berhenti pada dokumen administrasi, melainkan harus diwujudkan dalam Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang berdampak nyata di sekolah masing-masing. Hal tersebut sejaan dengan firan Alllah dalam QS. At-Taubah: 105, “Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu…”

Dalam sesi pengarahan khusus, M. Said mengingatkan para pendidik agar siap menghadapi transformasi dunia pendidikan dan industri terkini yang serba cepat, seperti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, dan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship).

Guru SMK harus menjadi pelopor perubahan, bukan justru menjadi penonton.

“Kita diamanahkan untuk menyiapkan generasi masa depan. Jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah (dzurriyyatan dhi’afan) sebagaimana diperingatkan dalam QS. An-Nisa ayat 9. Karena itu, desain pembelajaran berbasis Project-Based Learning (PjBL) yang terintegrasi dengan teknologi digital dan spirit kewirausahaan adalah sebuah keharusan,” tegasnya.

Beliau menutup arahannya dengan mengajak seluruh peserta bekerja secara itqan (profesional, tuntas, dan berstandar mutu tinggi) sesuai dengan Hadits Riwayat Thabrani, demi mewujudkan SMK Muhammadiyah di Kabupaten Lamongan yang Hebat, Unggul, dan Berkemajuan.

Setelah sesi pengarahan dan pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi workshop oleh narasumber Dr. Siyamta, S.Pd., S.ST., M.T. (Widyaiswara BBPPMPV BOE Malang) yang mengupas tuntas penyusunan modul PjBL terintegrasi industri, penyelarasan perangkat ajar, hingga sesi Peer Review dan presentasi RTL antar-kelompok MGMP.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh SMK Muhammadiyah di Kabupaten Lamongan semakin solid, terintegrasi dengan dunia kerja/industri, serta mampu mencetak lulusan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Kontributor: M. Said