Sebanyak 640 Pedagang Kakilima Pasar Subuh Kramatjati, Anggota Ormas Madas Nusantara Direlokasi Damai Gubernur DKI Jakarta Pramono

Listen to this article

JAKARTA lintajatimnews — Sebanyak 640 pedagang kakilima Pasar Subuh Kramatjati, Jakarta Timur anggota Ormas Masyarakat Madura Asli (Madas) Nusantara oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung direlokasi damai, tanpa kerusuhan. Para pedagang disiapkan di Lokbin (Lokasi Binaan) serta lokasi tanah kosong milik Pemda DKI Jakarta.

Kepada media Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan selama hampir 50 tahun lebih upaya merelokasi pedagang kakilima Pasar Subuh, tidak pernah terealisasi. Namun dengan dibantu Ormas Madas Nusantara, Selasa (1/9/2026), Pemda DKI Jakarta berhasil merelokasi para pedagang dengan damai dan menempatkan ditempat yang layak.

“Para pedagang kakilima Pasar Subuh Kramatjati disiapkan tempat yang baik. Jadi tidak lagi berjualan di trotoar badan jalan. Pedagang nantinya hanya membayar Rp.6 ribu per hari. Selama enam bulan gratis. Kemudian fasilitas lainnya disiapkan Pemda, termasuk drainase, kipas angin, produk ikannya juga ikut dibantu dipasarkan,” tegas Pramono saat berdialog dengan para pedagang ikan di Lokbin Kramatjati, Jakarta Timur

Saat pelaksanaan relokasi dan peninjauan lokasi baru pedagang kakilima Pasar Subuh Kramatjati, Pramono Anung didampingi Ketum Ormas Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal, Ketua Koperasi UMKM Madas Nusantara, H.Mutarom (Koordinator Pedagang), Walikota Jakarta Timur, Camat Kramatjati, Forkopimda Jaktim serta ratusan anggota Madas Nusantara.

Dalam dialog dengan Pramono, pedagang ikan mengatakan senang dapat tempat lokasi di Pasar Lokbin. Namun menurutnya, setelah pindah pembeli masih sepi. Merespon keluhan tersebut Pramono meminta agar stafnya membantu mempromosikan Pasar Subuh agar konsumen mengetahui perpindahan.

Sementara Ketum Madas Nusanrara, HM. Jusuf Rizal dan H.Mutarom kepada media saat diwawancarai menjelaskan, pemindahan pedagang kakilima Kramatjati dalam rangka menjalankan program Bina, Lindung dan Sejahtera anggota.

Ormas Madas Nusantara yang merupakam salah satu organ relawan dukung pasangan Pramono-Rano pada Pilgub 2024, mendukung program pemda DKI Jakarta guna menata kota Jakarta, namun tidak merugikan para pedagang kakilima yang sudah puluhan tahun dan turun temurun mencari nafkah berdagang.

“Kami memberi apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Paramono Anung. Karena, selain diberikan Lokbin yang menampung 120 pedagang Ikan, dan sisanya diberikan lahan untuk tempat jadi Pasar Subuh di Kramatjati. Kami akan koordinasi dengan Walikota dan Camat guna merealisasi itu,” tegas Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak, penggiat anti korupsi itu

Pasar Subuh Kramatjati merupakan tempat pedagang kakilima (sektor non formal) sudah puluhan tahun secara turun temurun berdagang, mulai dari ikan, daging, ayam, sayur maupun kue. Di Pasar Subuh ini banyak pedagang lain ambil dagangan daripada ke Marunda. Beroperasi mulai malam hari antara pukul 21 00 sampai pukul lima pagi di trotoar (diatas) tutup selokan. Namun pukul 6 pagi seluruh aktivitas sudah berhenti dan bersih.

“Kami oleh Pak Gubernur, Pramono diberikan waktu tiga minggu untuk menyiapkan lokasi baru Pasar Subuh agar pedagang lain bisa segera pindah dengan berjualan lebih nyanam dan aman. Tidak kena semprit Satpol PP,” tegas Jusuf Rizal, pria keturunan Raja Madura, Arya Wiraraja, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu

Guna membina dan melindungi para pedagang kakilima Kramatjati, lanjut Jusuf Rizal, Ormas Madas Nusantara akan memberi pelatihan bagi para pedagang, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan (para pedagang adalah pekerja sektor non formal merupakan anggora PUK Madas Nusantara-FSPTSI-KSPSI) serta mengusahakan pemberian KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari Bank Jakarta.

“Kami akan bersurat secara resmi kepada Gubernur DKI Jakarta agar dalam proses pengajuan KUR tidak dipersulit, sebab seringkali ada saja oknum-oknum yang tidak pro pada perbaikan. Kita minta Bank DKI Jakarta dan BPJS Ketenagakerjaan juga bisa sosialisasi,” papar Jusuf Rizal, Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) itu.

Reporter: ahmadh