LAMONGAN LintasJatimNews – SMP Negeri 1 Pucuk sukses menggelar kegiatan Parenting Training sekaligus Sosialisasi Program Sekolah bagi wali murid kelas 8 pada Sabtu (22/8/2026). Bertempat di aula sekolah, acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 200 wali murid kelas 8 (A–F) dengan pendampingan langsung dari para wakil kepala sekolah serta wali kelas.
Rangkaian acara dipandu oleh Wakasek Bidang Akademik, Manis, S.Pd., M.Pd. diawali dengan pembukaan resmi, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dikumandangkan oleh murid SMPN 1 Pucuk. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa sejak awal kegiatan.
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 1 Pucuk, Muhammad Said, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran para orang tua murid. Ia menekankan kehadiran wali murid hendaknya diniatkan untuk mencari ilmu karna kita sedang duduk dalam majelis Ilmu. Dia mengituf hadit yang berbunyi:
(man kharaja fii thalabul ‘ilmi fahuwa fii sabiilillahi hatta yarji’a)
“Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (Hadist Turmudzi).
Lebih lanjut, Said juga mengajak para wali murid untuk bersama-sama memahami serta mengimplementasikan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digagas oleh Kemendikdasmen demi memperkuat fondasi karakter anak di rumah maupun di sekolah.
Pesan Mendalam Tausiyah & Parenting Ustaz Masroin Assafani
Sesi puncak dipandu oleh mubalig muda, Ustaz Masroin Assafani, M.A., yang membawakan materi Parenting Training bertema “Satu Frekuensi, Satu Hati: Sinergi Orang Tua & Sekolah Mengantar Anak Sukses Masa Depan”.
Mengawali tausiyahnya dengan mengajak seluruh hadirin melantunkan selawat bersama, Ustaz Masroin sukses menghidupkan suasana melalui dialog hangat. Ia memulainya dengan melempar pertanyaan pemantik kepada para ibu yang hadir mengenai siapa sosok yang harus dicintai terlebih dahulu sebelum mencintai anak-anak mereka. Suasana pun menjadi semakin cair dan meriah saat Ustaz Masroin mengajak peserta mempraktikkan yel-yel penyemangat:
“Anakku Mutiara Hatiku, Bintang Negeriku!”
Penceramah menjelaskan bahwa pesan dalam yel-yel tersebut terinspirasi dari doa yang termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Furqan ayat 74:
(Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun, waj’alna lil muttaqina imama)
Ayat ini menegaskan pentingnya mendidik anak agar menjadi penyejuk hati orang tua sekaligus pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.
Lebih lanjut, Ustaz Masroin menyitir hadis riwayat Muslim mengenai keutamaan menuntut ilmu:
(“Man salaka thariqan yaltamisu fiihi ‘ilman sahhalallahu lahu thariqan ilal jannah”)
“Barang siapa menempuh jalan untuk menimba ilmu, niscaya Allah memudahkan baginya jalan menuju surga”.
Ia menegaskan bahwa seluruh elemen yang terlibat dalam proses belajar-mengajar berpotensi dijamin masuk surga selama diniatkan dengan benar sesuai syariat Islam. Ini mencakup siswa yang menuntut ilmu, guru yang ikhlas melayani murid, hingga orang tua yang membiayai pendidikan anak-anak mereka.
Oleh karena itu, demi masa depan dan kesuksesan anak, Ustaz Masroin mengingatkan agar orang tua tidak pernah “hitung-hitungan” atau merasa rugi dalam mengeluarkan biaya untuk pendidikan anak. Ia juga menekankan bahwa pelajaran paling utama dan pertama yang wajib diajarkan orang tua di rumah adalah bacaan basmalah.
Menariknya, Ustaz Masroin memaparkan keajaiban kalimat basmalah yang terdiri dari 19 huruf Hijaiyah, lalu mengaitkannya secara visual dengan jumlah ruas tulang pada jari-jari tangan manusia yang juga berjumlah 19. Keistimewaan angka 19 ini turut disinggung dalam Al-Qur’an sebagai bentuk rahasia matematika Ilahi yang menjadi bukti keagungan Al-Qur’an sekaligus pengingat pentingnya menyertakan Allah dalam setiap langkah pendidikan anak.
Sosialisasi Program Sekolah dan Sesi Dengar Aspirasi
Usai sesi motivasi dan tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Program Sekolah yang dipaparkan oleh Wakahumas, Muhammad Abdur Rohman, S.Pd., M.Pd., bersama Ketua Komite SMPN 1 Pucuk, Drs. Ainur Rofik.
Pihak sekolah menegaskan bahwa berbagai program unggulan yang telah dirancang untuk satu tahun ke depan membutuhkan sinergi dan support terbaik dari orang tua—baik dalam bentuk perhatian, doa, pemikiran, waktu, maupun partisipasi aktif.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara wali murid, pihak sekolah, dan komite, sebelum akhirnya ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan ini, SMPN 1 Pucuk berharap sekat antara pihak sekolah dan orang tua dapat lebur, terwujud menjadi satu tim solid demi melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan.
Kontributor: M. Said









