SURABAYA lintasjatimnews –
Di tengah meningkatnya tuntutan pasar terhadap kopi berkualitas tinggi yang diproduksi secara berkelanjutan maka peningkatan kapasitas petani menjadi salah satu langkah strategi dalam memperkuat daya saing komoditas kopi Indonesia.
Berangkat dari semangat tersebut tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan kegiatan bertajuk Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Kopi melalui Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan Pengendalian Hayati bersama kelompok tani Manunggaling Karso yang di gelar di gedung UPN Veteran Surabaya Jatim 12/07/26
Kegiatan ini dipimpin oleh Dokter Insinyur Sri Wiyatiningsih ,MP. selaku ketua tim bersama anggota Naimatul Farida,SP.,M.Si., Ratna Eka Sari Putri,SP.,MP. dan Rich Gemilang Simanjuntak S.Si.,M.Sc.,
Kegiatan yang didukung oleh LPPM UPN Veteran Jawa Timur dengan nomor SPP/49/UN 638/PM/IV/2026, mengharapkan kolaborasi multidisiplin dari berbagai pihak mulai dari akademisi mitra dan pemangku kepentingan yang lain.
Tim menghadirkan edukasi dan pendampingan yang berfokus pada peningkatan produktivitas tanaman kopi sekaligus menghasilkan mutu biji kopi yang mampu memenuhi standar pasar
Dalam kegiatan tersebut para petani memperoleh pembekalan mengenai Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) sebagai pedoman budidaya kopi yang baik mulai dari pengelolaan lahan, pemeliharaan tanaman ,pemupukan, perimbangan ,sanitasi kebun hingga teknik panen yang tepat.
Penerapan GAP tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi tetapi juga memastikan bahwa proses budidaya dilakukan secara efisien, aman dan berkelanjutan
Tidak berhenti pada aspek budidaya tim pengabdian juga memperkenalkan teknologi pengendalian hayati sebagai solusi ramah lingkungan dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman kopi. Pendekatan ini memanfaatkan agen hayati sebagai pengendali alami sehingga penggunaan pestisida kimia dapat dikurangi tanpa mengorbankan produktivitas tanaman melalui metode tersebut petani didorong untuk menerapkan sistem budidaya yang lebih sehat menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif para anggota kelompok tani manunggaling Karso aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan mulai dari serangan organisme pengganggu tanaman hingga upaya mempertahankan kualitas kopi di tengah perubahan kondisi lingkungan.
Berbagai pengalaman petani dipadukan dengan hasil riset dan inovasi perguruan tinggi sehingga menghasilkan solusi yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua tim pengabdian Dr.,Ir., Sri wiyatiningsih MP., menyampaikan bahwa :
Peningkatan kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh hasil panen yang melimpah tetapi juga oleh penerapan teknik budidaya yang benar sejak awal oleh karena itu pendampingan kepada petani menjadi bagian penting dalam mendorong terciptanya sistem pertanian kopi yang produktif berkualitas dan berkelanjutan, ujarnya
Harapan kami untuk kedepannya dengan kegiatan ini bisa mendobrak inovasi-inovasi yang membawa petani kopi Indonesia selangkah lebih maju dalam kualitas rasa dan mutu, imbuh nya.
Melalui kegiatan ini anggota kelompok tani Manunggaling Karso mampu mengimplementasikan teknologi yang telah diperkenalkan secara berkelanjutan di lahan mereka penerapan GAP dan pengendalian hayati diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman menghasilkan kopi dengan mutu yang lebih baik ,menekan biaya produksi akibat penggunaan pestisida kimia serta memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan petani
Kegiatan ini juga merupakan bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam menjalani Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat yang menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan nyata di lapangan Sinergi antara akademisi dan kelompok tani diharapkan terus berkembang sehingga inovasi pertanian dapat diterapkan secara luas untuk mendukung ketahanan pangan dan penguatan sektor perkebunan Indonesia
Selain memberikan manfaat langsung bagi petani kegiatan pengabdian ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Program ini mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan pelatihan dan peningkatan kapasitas petani agar mampu menerapkan teknologi budidaya kopi yang modern efektif dan berkelanjutan di sisi lain kolaborasi antara perguruan tinggi dengan kelompok tani Manunggaling Karso mencerminkan implementasi SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) di mana Sinergi antara dunia akademik dan masyarakat menjadi pondasi penting dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan pertanian berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani Indonesia.
Reporter: Sri k









