Sebelum Wisuda, Sepuluh Penerima Beasiswa LPPD UMM Titipkan Terima Kasih kepada Sang Promotor

Listen to this article

MALANG lintasjatimnews – Menjelang prosesi wisuda tahun 2026, sepuluh mahasiswa penerima Beasiswa LPPD Pemprov UMM menyampaikan ungkapan terima kasih dan penghormatan kepada Promotor mereka, Prof. Dr. Abdul Haris, MA, yang dinilai memiliki peran penting dalam perjalanan akademik hingga mereka menyelesaikan pendidikan doktoral.

Ungkapan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk apresiasi akademik, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang yang diwarnai perjuangan, bimbingan, koreksi, nasihat, serta dukungan moral selama proses penyelesaian disertasi.

Salah satu perwakilan, Dr. Maftuhah, M.Pd., menuturkan bahwa pencapaian gelar doktor tidak lahir hanya dari kerja keras mahasiswa. Di baliknya terdapat peran guru dan promotor yang dengan sabar memberikan arahan hingga mahasiswa mampu melewati berbagai tantangan akademik.

“Perjalanan menuju gelar doktor tidak cukup dikenang hanya dengan selembar ijazah. Ada doa, kesabaran, bimbingan, dan ketulusan seorang guru yang selalu menuntun ketika langkah kami terasa berat,” ujar Dr. Maftuhah.

Menurutnya, Prof. Dr. Abdul Haris bukan hanya berperan sebagai promotor yang mengarahkan penelitian dan penyempurnaan disertasi. Lebih dari itu, sosok Prof. Abdul Haris memberikan keteladanan tentang pentingnya ketekunan, kedisiplinan, kejujuran, dan kesabaran dalam menjalani proses akademik.

“Setiap koreksi menjadi pelajaran, setiap masukan menjadi bekal, dan bahkan setiap teguran menjadi pengingat agar kami tidak berhenti berusaha menjadi lebih baik,” katanya.

Dr. Maftuhah menyampaikan, dalam proses panjang menyelesaikan pendidikan doktoral, para mahasiswa tidak jarang datang dengan membawa kebingungan, keraguan, maupun pertanyaan yang belum menemukan jawaban. Namun, melalui arahan dan nasihat promotor, berbagai persoalan tersebut secara bertahap dapat menemukan jalan keluarnya.

Karena itu, sepuluh mahasiswa penerima Beasiswa LPPD Pemprov UMM tahun lulus 2026 tersebut memberikan kenang-kenangan sederhana kepada Prof. Abdul Haris sebagai simbol rasa hormat dan terima kasih.

“Kenang-kenangan ini mungkin sederhana. Namun, di dalamnya kami menitipkan doa, rasa hormat, dan kenangan tentang perjalanan yang pernah kami lalui bersama. Ini bukan ukuran dari besarnya jasa beliau, melainkan simbol kecil dari rasa hormat dan cinta kami kepada seorang guru,” ungkap Dr. Maftuhah.

Ia menambahkan, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan doktoral tidak semestinya berhenti pada pencapaian gelar. Gelar doktor, kata dia, justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdikan ilmu bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Hal itu sejalan dengan pesan Al-Qur’an dalam QS. Thaha ayat 114 “Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

Ayat tersebut, menurut Dr. Maftuhah, menjadi pengingat bahwa proses mencari ilmu merupakan perjalanan yang tidak pernah berakhir.

“Gelar doktor bukanlah titik akhir, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdikan ilmu bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” tuturnya.

Menjelang wisuda, para penerima Beasiswa LPPD Pemprov UMM tersebut juga ingin menegaskan bahwa keberhasilan akademik mereka tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para guru yang telah membimbing sepanjang perjalanan.

“Di balik pencapaian kami, akan selalu ada nama-nama guru yang kami kenang. Salah satunya adalah Prof. Dr. Abdul Haris, MA, yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan akademik kami,” ujar Dr. Maftuhah.

Ia menyampaikan terima kasih atas ilmu, nasihat, waktu, perhatian, dan keteguhan Prof. Abdul Haris dalam mendampingi para mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.

“Terima kasih telah membimbing kami dengan ilmu. Terima kasih telah menguatkan kami dengan nasihat. Terima kasih telah mengingatkan kami ketika mulai kehilangan arah. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan panjang kami menuju gelar doktor,” katanya.

Doa pun disampaikan agar seluruh ilmu dan waktu yang telah diberikan Prof. Abdul Haris kepada para mahasiswa menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

“Semoga setiap ilmu yang beliau ajarkan menjadi amal jariyah. Semoga setiap waktu yang beliau luangkan untuk membimbing kami dicatat sebagai kebaikan yang terus mengalir. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, keberkahan usia, keluasan ilmu, dan kebahagiaan dalam setiap langkah pengabdian beliau,” ungkapnya.

Bagi sepuluh penerima Beasiswa LPPD Pemprov UMM tahun lulus 2026, wisuda bukan menjadi akhir hubungan antara murid dan guru. Sebaliknya, ilmu dan nasihat seorang guru diyakini akan terus hidup dalam karya dan pengabdian para muridnya.

“Wisuda adalah akhir dari sebuah perjalanan akademik, tetapi bukan akhir dari hubungan antara murid dan guru. Seorang guru akan selalu hidup dalam doa murid-muridnya. Nasihatnya akan terus teringat ketika langkah terasa berat, dan ilmunya akan terus mengalir melalui karya serta pengabdian murid-muridnya,” kata Dr. Maftuhah.

Sebelum melangkah ke panggung wisuda dengan toga dan gelar akademik, kesepuluh mahasiswa tersebut menitipkan satu pesan sederhana kepada sang promotor.

“Terima kasih, Prof. Dr. Abdul Haris, MA. Terima kasih telah menjadi cahaya dalam perjalanan kami. Semoga Allah membalas setiap ilmu, doa, waktu, dan ketulusan Prof. dengan keberkahan yang tak berkesudahan.”

Bagi mereka, perjalanan pendidikan doktoral bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi juga tentang bagaimana ilmu yang diperoleh dapat diteruskan menjadi pengabdian.

Dari ilmu menuju pengabdian, dari perjuangan menuju keberkahan, dan dari seorang guru menuju doa yang tak berkesudahan.

Terima kasih, Prof. Abdul Haris. Jasa dan ilmu Prof. akan selalu menjadi bagian dari cerita perjalanan kami.

Reporter Fathurrahim Syuhadi