PAUD Inklusi ABA III Dorong Penguatan Karakter melalui Kemah Tunas Athfal

Listen to this article

BOJONEGORO intasjatimnews – Kegiatan Kemah Tunas Athfal menjadi salah satu program unggulan yang dinilai mampu memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak sejak usia dini. Melalui kegiatan di alam terbuka, peserta tidak hanya diajak bermain, tetapi juga belajar, berkarya, serta mengembangkan berbagai nilai karakter.

Hal tersebut disampaikan Ali Imron, Wakil Sekretaris Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Bojonegoro, saat menyampaikan pandangannya terkait program unggulan Kemah Tunas Athfal yang melibatkan PAUD Inklusi ABA III.

Menurut Ali Imron, kegiatan kemah memiliki nilai pendidikan yang sangat penting bagi perkembangan anak. Pengalaman berada di alam terbuka memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar secara langsung melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia mereka.

“Kemah menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk anak-anak. Di samping itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai karakter, seperti cinta alam, keberanian, disiplin, tanggung jawab, kekompakan, kebersamaan, dan kemandirian,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep kegiatan Kemah Tunas Athfal dapat dikembangkan dengan pendekatan bermain sambil belajar dan belajar sambil berkarya. Anak-anak memperoleh pengalaman melalui berbagai aktivitas yang dilakukan bersama teman-temannya di alam.

“Bermain sambil belajar, belajar sambil berkarya di alam tentu menjadi pengalaman yang sangat mengesankan bagi anak-anak. Mereka belajar berinteraksi, bekerja sama, menyelesaikan kegiatan bersama, sekaligus mengenal dan mencintai lingkungan,” jelasnya.

Menurut Ali Imron, kegiatan tersebut juga tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik. Kemah dapat menjadi wadah bagi guru dan orang tua untuk bersama-sama menumbuhkan rasa empati, saling menghargai perbedaan, serta menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak.

Pendekatan inklusif dalam kegiatan anak usia dini, lanjutnya, penting untuk membangun suasana yang membuat setiap anak merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Guru dan orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan. Anak perlu diberikan ruang untuk berinteraksi, mengenal perbedaan, belajar menghargai orang lain, dan tumbuh dalam lingkungan yang ramah serta menyenangkan,” katanya.

Ali Imron berharap program Kemah Tunas Athfal dapat terus dikembangkan sehingga memberikan pengalaman pendidikan yang bermakna bagi anak-anak.

“Harapannya, tunas-tunas Athfal bisa tumbuh dan berkembang sesuai bakat dan minatnya. Mereka memiliki karakter yang baik, mandiri, berani, bertanggung jawab, mencintai alam, serta mampu hidup bersama dengan penuh kebersamaan dan saling menghargai,” pungkasnya.

Kemah Tunas Athfal diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan rekreatif, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan karakter sejak dini. Melalui pengalaman langsung, anak-anak belajar menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, peduli terhadap lingkungan, dan mampu bekerja sama dengan sesama.

Reporter Fathurrahim Syuhadi