Kolaborasi UNAIR, UB, dan ITS Dorong Generasi Muda Peduli Lingkungan melalui Demonstrasi Eco-Enzyme dan Penanaman Pohon

Listen to this article

PAMEKASAN lintasjatimnews – Komitmen perguruan tinggi dalam mendorong kepedulian generasi muda terhadap lingkungan diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas). Pengabdian Masyarakat kali ini dilaksanakan secara kolaboratif antara Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Brawijaya (UB), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Matsaratul Huda, Pamekasan, Madura, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pengelolaan limbah organik dan pelestarian lingkungan.
Melalui pendekatan edukatif dan praktik secara langsung, peserta diajak memahami bahwa limbah organik rumah tangga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.

Kegiatan Pengmas ini dihadiri oleh Ketua Tim dari Universitas Airlangga, Dr. Sudarmaji, S.KM., M.Kes., bersama dua dosen UNAIR, yakni Dr. Retno Adriyani, S.T., M.Kes. dan Novi Dian Arfiani, S.KM., M.KL.
Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut menjadi wujud nyata sinergi akademisi dalam memberikan edukasi dan solusi lingkungan yang aplikatif bagi masyarakat.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah demonstrasi pengolahan “eco-enzyme” menjadi sabun. Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep pemanfaatan limbah organik, khususnya sisa buah dan sayuran, yang dapat difermentasi menjadi eco-enzyme.

Eco-enzyme kemudian diperkenalkan sebagai salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai produk ramah lingkungan. Melalui demonstrasi tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga melihat secara langsung proses pengolahan dan pemanfaatannya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga dengan cara sederhana. Pemanfaatan limbah organik juga menjadi bagian dari upaya mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.

Menariknya, kegiatan Pengmas ini juga menggandeng salah satu siswi berprestasi dari SMP Negeri 28 Kota Surabaya, Rastiti Puji Pratiwi. Keterlibatan Rastiti menjadi bagian penting dalam mendorong peran aktif generasi muda dalam isu lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan. Keterlibatan pelajar diharapkan dapat menjadi contoh bahwa aksi pelestarian lingkungan dapat dimulai sejak usia sekolah.

Rastiti turut terlibat dalam kegiatan edukasi dan praktik yang diberikan. Kehadirannya menjadi simbol penting bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Tanam Pohon, Rawat Lingkungan
Selain demonstrasi pembuatan sabun berbasis “eco-enzyme”, kegiatan juga dilanjutkan dengan “penanaman pohon”. Aktivitas ini menjadi bentuk aksi nyata dalam menjaga kualitas lingkungan dan meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya keberadaan ruang hijau.

Penanaman pohon tidak hanya memiliki manfaat ekologis, tetapi juga menjadi media edukasi untuk menanamkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Peserta diajak memahami bahwa menjaga lingkungan membutuhkan tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat melalui kegiatan tersebut menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan sinergi lintas sektor. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi, sementara generasi muda menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan lingkungan.

Wujud Nyata Kolaborasi Perguruan Tinggi
Kegiatan Pengmas kolaboratif UNAIR, UB, dan ITS ini menjadi salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Melalui edukasi pengelolaan limbah organik, pemanfaatan eco-enzyme, serta penanaman pohon, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama antara akademisi, sekolah, masyarakat, dan generasi muda untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi dan aksi nyata, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memulai langkah sederhana dalam menjaga lingkungan, mulai dari mengolah sampah organik, memanfaatkan kembali sumber daya, hingga menanam dan merawat pohon.

Pada akhirnya, kegiatan Pengmas ini tidak hanya menghasilkan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga menanamkan nilai bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Reporter : Winarto