NAKARTA lintajatimnews — Menyambut peringatan bersejarah Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, sebuah karya tulis yang penuh makna luhur hadir sebagai persembahan istimewa bagi bangsa. Buku berjudul “Hidup Berkah: Menjadi Manusia Bermanfaat bagi Masyarakat, Agama, dan Bangsa” karya Muhammad Wahid, S.Pd.I., Gr., M.Pd. resmi diterbitkan sebagai kado kemerdekaan, dan langsung mendapat tanggapan serta apresiasi yang sangat positif dari tokoh bangsa sekaligus Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2020–2024), Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A.
Dalam pernyataannya yang berjudul “Mewujudkan Generasi Berkah, Berdampak, dan Berdaya Saing”, Sandiaga Uno membuka dengan salam dan pujian kepada Allah SWT, serta shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai teladan kehidupan yang penuh keberkahan dan kemanfaatan.
“Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, Indonesia tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas dan berdaya saing, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kuat, integritas, kepedulian, dan semangat untuk memberikan manfaat.”
Sandiaga menegaskan bahwa kehadiran buku karya Muhammad Wahid ini sangat relevan untuk dijadikan refleksi sekaligus panduan memaknai hakikat keberkahan dalam kehidupan. Beliau menyampaikan:
“Berkah bukan sekadar tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat kita hadirkan. Bukan hanya mengejar success, tetapi juga impact. Sebab, keberhasilan sejati adalah ketika ilmu, usaha, kepemimpinan, dan karya kita mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.”
Melalui buku ini, lanjut Sandiaga, pembaca diajak tidak berhenti pada niat dan pemahaman semata, melainkan bergerak menuju aksi, kontribusi, dan dampak nyata. Semangat inilah yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda: mengubah potensi menjadi peluang, peluang menjadi usaha, dan usaha menjadi lapangan kerja.
Beliau kemudian menegaskan visi yang diusungnya melalui semangat 3B: Berkah, Berdampak, dan Berdaya Saing:
“Saya percaya, generasi masa depan harus memiliki semangat 3B: Berkah, Berdampak, dan Berdaya Saing. Berkah dalam nilai dan integritasnya, berdampak dalam kontribusinya, serta berdaya saing dalam kompetensi dan inovasinya.”
Oleh karena itu, lanjut Sandiaga, mari kita jadikan keberkahan bukan sekadar konsep, melainkan cara hidup. Bekerja dengan niat baik, bergerak dengan integritas, berkolaborasi, menciptakan peluang, dan menghadirkan manfaat seluas-luasnya.
Di akhir pernyataannya, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno berdoa dan mengajak:
“Semoga buku ini menjadi inspirasi dan pemantik aksi bagi kita semua untuk terus bergerak, berinovasi, berkolaborasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, agama, dan bangsa. Salam 3B: Berkah, Berdampak, Berdaya Saing. Selamat membaca dan mengambil hikmah dari setiap pesan kebaikan di dalamnya.”
Dukungan dan apresiasi dari tokoh bangsa yang dikenal luas ini semakin menegaskan bahwa buku “Hidup Berkah” hadir bukan sekadar sebagai kado kemerdekaan, melainkan panduan hidup yang relevan, mendalam, dan mampu menggerakkan setiap pembacanya untuk menjadi manusia yang bermanfaat — bagi sesama, bagi agama, dan bagi Indonesia tercinta.
Reporter: alfain









