LAMONGAN lintasjatimnews – Mahasiswa alumni Darul Arqam Dasar (DAD) IMM PK (Pimpinan Komisariat) STAI Muhammadiyah (STAIM) Pondok Pesantren Karangasem Paciran, Lamongan menggelar seminar dengan tema: “Bijak Bermedia Sosial dengan Ilmu dan Adab”, hari Sabtu (12/7/2022).
Seminar bertemat di ruang pertemuan SMP Muhammadiyah 28 Paciran yang beralamat di Desa Kandangsemangkon Paciran. Kegiatan dihadiri seluruh alumni DAD, pengurus PK IMM STAIM Karangasem, Dr. Hj. Umi Rosyidah, M.Pd.I. dan Zunaidah, SE. M.Pd. (Ketua dan Wakil Ketua STAIM Karangasem).
Hadir juga wakil kepala dan dewan guru, serta seluruh murid SMP Muhammadiyah 28 Paciran. Adapun pemateri seminar adalah Ali Efendi, M.Pd, dosen STAIM Karangasem dan jurnalis lepas.
Seminar Bijak Bermedia Sosial dibuka dan dipandu Master of Ceremony (MC) M Asyam dengan urutan acara berikut:
- Pembukaan Acara: Muhammad Asyam Amrullah
- Pembacaan Ayat-ayat Al-Qur’an: Afrinzah Putra Pradana
- Sambutan Ketua Panitia: Muhammad Gibran Rausyanfikr
- Sambutan Ketua PK IMM: Masitho Rahmania
- Sambutan Ketua STAIM Karangasem dan Sekaligus Membuka Resmi: Dr. Hj. Umi Rosyidah, M.Pd.I.
Dalam sambutannya, Ketua STAIM Karangasem, menyampaikan, “Alhamdulillah, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, alumni DAD, kepala SMPM 28 dan jajarannya, serta murid-murid SMPM 28 yang saya banggakan. Tidak lupa Pak Ali selaku pemateri seminar hari ini,” ungkap Bu Umi, panggilan akrabnya.
“Seminar tentang penggunaan medsos dengan bijak yang penting bagi generasi muda. Saya berharap semua peserta mengikuti dengan serius dan menanyakan hal-hal yang belum dipahami dan perlu ditanyakan. Tujuan tema ini diangkat agar peserta mempunyai bekal ilmu dan adab dalam bermedsos,” demikian pungkasnya.
Sementara itu, Ali Efendi, M.Pd., selaku pemateri menjelaskan bahwa Media sosial tidak hanya digunakan untuk hiburan dan komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mencari pengetahuan, berdiskusi, berbagi karya, dan mengikuti perkembangan informasi. Termasuk dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan pembelajaran, serta sumber informasi di era digital.
“Namun saya mengingatkan, netizen harus memahami fungsi media sosial. Juga dapat membedakan berita, opini, dan hoaks agar tidak terjebak dalam pemahaman yang salah. Di samping itu, sebagai netizen harus mampu menjaga privasi dan jejak digital agar tidak kena namanya cyberbullying di media sosial,” jelas pria yang menjabat kepala SMPMu Jipat Karangasem.
Bekal ilmu dan adab menjadi kunci pokok dalam bermedia sosial, agar terhindar dari cyberbullying karena dapat memberikan dampak serius, seperti berikut:
- Dampak emosional, seperti; sedih, takut, malu, marah, kehilangan kepercayaan diri, dan merasa sendirian
- Dampak sosial. Seperti; menarik diri dari teman, takut menggunakan media sosial, kehilangan hubungan pertemanan, dan merasa tidak diterima
- Dampak belajar, seperti; sulit berkonsentrasi, kehilangan motivasi belajar, dan enggan masuk sekolah
Pada akhir pembahasannya, Pak Ali, penggilan akrabnya, menutup dengan closing statement, “Bijak dalam bermedia sosial berarti menggunakan platform digital secara bertanggung jawab dengan menjaga etika komunikasi, menyaring informasi sebelum membagikan dan melindungi privasi diri maupun orang lain, serta menghindari ujaran kebencian sehingga tercipta ruang internet yang positif,” pungkasnya.
Penulis: Efendy









