SURABAYA lintasjatimnews – Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 menjadi momentum yang sangat berarti untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa anak adalah amanah sekaligus anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka bukan hanya penerus keluarga, tetapi juga generasi yang akan menentukan arah perjalanan bangsa dan peradaban di masa depan. Oleh karena itu, setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang, pendidikan yang layak, perlindungan, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.
Anak-anak tumbuh melalui perhatian, keteladanan, dan doa dari orang-orang di sekitarnya. Keluarga menjadi sekolah pertama yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan akhlak mulia. Selanjutnya, sekolah dan masyarakat menjadi tempat bagi mereka untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, serta belajar hidup berdampingan dengan sesama. Ketika lingkungan tersebut berjalan selaras, akan lahir generasi yang cerdas, beriman, dan berkepribadian luhur.
Di era digital seperti saat ini, tantangan yang dihadapi anak-anak semakin beragam. Kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan berbagai risiko apabila tidak disertai pendampingan yang bijaksana. Karena itu, orang tua, guru, dan seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab untuk membimbing anak agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, dan berprestasi, tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan agama.
Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pendidikan dan perlindungan anak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman”Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”(QS. At-Tahrim [66]: 6)
Ayat tersebut mengingatkan bahwa tanggung jawab orang tua bukan hanya memenuhi kebutuhan materi anak, tetapi juga membimbing mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberikan teladan luar biasa dalam memperlakukan anak-anak dengan penuh kasih sayang. Beliau bersabda “Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak-anak kami dan tidak menghormati orang yang lebih tua di antara kami.”(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan bahwa kasih sayang kepada anak merupakan bagian dari akhlak seorang muslim. Anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh cinta akan lebih mudah berkembang menjadi pribadi yang percaya diri, santun, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Hari Anak Nasional hendaknya tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam memenuhi hak-hak anak. Mereka berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, kesempatan untuk bermain, belajar, beribadah, dan mengembangkan bakat yang dimiliki.
Setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Tugas orang dewasa bukan membandingkan mereka, melainkan membantu setiap anak menemukan dan mengembangkan kelebihan yang Allah anugerahkan.
Mari jadikan Hari Anak Nasional Tahun 2026 sebagai awal untuk membangun lingkungan yang lebih ramah anak, penuh kasih sayang, serta kaya akan keteladanan. Berikan waktu untuk mendengarkan mereka, membimbing mereka, dan menguatkan mimpi-mimpi mereka. Sebab, anak yang hari ini kita didik dengan cinta akan menjadi pemimpin yang bijaksana di masa depan.
“Anak bukanlah sekadar harapan masa depan, tetapi amanah hari ini. Didiklah mereka dengan ilmu, bimbinglah dengan akhlak, dan peluklah dengan kasih sayang. Sebab dari tangan merekalah akan lahir masa depan bangsa yang lebih baik.”
Semoga Hari Anak Nasional Tahun 2026 menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga, mendidik, dan membahagiakan setiap anak Indonesia. Karena ketika anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, beriman, serta mampu membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.
Pantun Hari Anak Nasional
Anak bermain di taman bunga,
Tertawa riang bersama teman.
Mari jaga anak sepenuh jiwa,
Agar tumbuh menjadi insan beriman.
Burung merpati terbang tinggi,
Hinggap sebentar di pohon mangga.
Selamat Hari Anak Nasional 2026 ini,
Anak bahagia, Indonesia pun berjaya.
Penulis Fathurrahim Syuhadi









