667 Guru PAI SD Lamongan Gelar Rihlah dan Workshop Penguatan Deep Learning di Jakarta

Listen to this article

JAKARTA lintasjatimnews – Sebanyak 667 Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) jenjang Sekolah Dasar, baik dari sekolah negeri maupun swasta se-Kabupaten Lamongan, melaksanakan kegiatan rihlah sekaligus lokakarya (workshop) di Hotel Luminor, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah lokasi di Bandung dan Jakarta sebagai bagian dari upaya peningkatan wawasan serta kompetensi pendidik.

Kegiatan yang dikemas dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan ini menampilkan pembinaan khusus mengenai penguatan implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Lamongan.

Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kabupaten Lamongan, Abdullah Musyafak, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya. “Kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh rekan guru PAI, serta kepada Bapak Kepala Kankemenag Lamongan dan semua pihak yang telah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan dari pengurus KKG PAI Kabupaten Lamongan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Lamongan, Dr. H.M Muhlisin Mufa, S.Ag., M.Pd.I., menekankan bahwa kegiatan rihlah yang dijalani ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan bernilai ibadah. “Setiap langkah kita dalam upaya meningkatkan kualitas diri dan kemampuan mendidik generasi penerus adalah ibadah yang dicatat Allah SWT. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi kemajuan pendidikan agama Islam di Lamongan,” tuturnya.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAIS) Kankemenag Lamongan, H. Yitno Utomo, S.Ag., M.Pd., turut menyampaikan apresiasi yang tinggi. Ia memuji dedikasi seluruh guru PAI yang telah bekerja keras mensukseskan program yang disusun pengurus KKG PAI ini, yang dikemas secara istimewa melalui kegiatan rihlah agar tercipta semangat kebersamaan sekaligus peningkatan mutu pembelajaran.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang lebih bermakna, mendalam, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan peserta didik di era saat ini.

Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan