BONDOWOSO lintasjatimnews – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) bekerjasama dengan IGI (Ikatan Guru Indonesian) Provinsi Jawa Timur memperkuat implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk meningkatkan kapasitas satuan pendidikan dalam menghadapi potensi bencana.
Kabupaten Bondowoso pendampingan SPAB digelar di SMP Negeri 7 Bondowoso, hari Rabu (30/6/2026). Fasilitasi pendampingan SPAB diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari perwakilan satuan pendidikan; PAUD (TK dan KB), SD, SMP, SMA, dan SLB.
Narasumber atau Fasilitator SPAB berasal dari IGI Jawa Timur; Netty Sriwiyanti dan S. Ayu, M. Heru M, (BPBD Kabupaten Bondowoso), serta Dewi Rahayu, SH. (Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso).
Peserta dibekali materi-materi kebencanaan; seperti; konsep SPAB, menyusun SK Tim bencana sekolah, cara pengurangan risiko bencana, penyusunan rencana kesiap-siagaan sekolah, dan penguatan budaya aman bencana di lingkungan pendidikan, serta simulasi bencana.
Dalam paparannya, para narasumber menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini. Oleh karena itu, implementasi SPAB tidak hanya berorientasi pada kesiapsiagaan saat terjadi bencana, tetapi juga mencakup upaya mitigasi, penguatan tata kelola sekolah, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman bagi seluruh warga sekolah.
Materi yang disampaikan mencakup kebijakan SPAB, identifikasi potensi risiko bencana di lingkungan sekolah, penyusunan rencana kontinjensi, pembentukan tim siaga bencana, hingga pentingnya pelaksanaan simulasi secara berkala.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Bondowoso memaparkan karakteristik ancaman bencana di wilayah Bondowoso. sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dalam memperkuat upaya mitigasi.
Sementara itu, Dewi Rahayu, SH., menjelaskan, “Saya mengajak peserta untuk mulai mengimplementasikan hasil fasilitasi di satuan pendidikan masing-masing. Sekolah yang aman dari risiko bencana merupakan salah satu prasyarat penting dalam mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan, karena di Kabupaten Bondowoso masih ditemui bencana banjir di sekolah,” jelasnya.
“Saya mengajak untuk kolaborasi dalam menjalan program SPAB antara BBPMP Jawa Timur, Dinas Pendidikan, IGI Jawa Timur, BPBD Bondowoso, Satuan Pendidikan, dan bapak/ibu guru di Bondowoso,” pungkas Sekretaris Dinas Pendidikan.
Fasilitator SPAB, Netty Sriwiyanti, menyampaikan, “Bahwa keberhasilan program SPAB sangat bergantung pada komitmen seluruh warga sekolah. “SPAB bukan hanya tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi bagaimana sekolah mampu membangun budaya keselamatan yang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Melalui kegiatan yang diselenggarakan BBPMP Provinsi Jawa Timur ini, para peserta diharapkan mampu menjadi penggerak implementasi SPAB di sekolah masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh selama fasilitasi diharapkan dapat diterapkan melalui penyusunan kebijakan sekolah, penguatan kapasitas warga sekolah.
Program fasilitasi SPAB yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Jawa Timur merupakan bagian upaya pemerintah untuk memperkuat ketangguhan sektor pendidikan terhadap berbagai ancaman bencana dan upaya mitigasi lebih awal.
Dengan meningkatnya kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan, diharapkan setiap satuan pendidikan mampu memberikan perlindungan yang optimal bagi peserta didik sekaligus membangun budaya kesiapsiagaan sebagai bagian dari proses pendidikan.
Reporter: Efendy









