GRESIK lintasjatimnews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Ditjen Bea Cukai dan Polda jatim berhasil mengungkap peredaran Narkotika Jaringan Internasional 3,37 ton dari empat kontainer di pergudangan Prambanan Bizland Cerme, Gresik, Jawa timur
Dalam konfresnsi Pers, kamis(2/7/2026) Komjen pol. Suyudi Aryo Seto kepala BNN RI mengatakan, pengungkan tindak pidana narkotika jaringan internasional Thaliand indonesia ini merupakan hasil join operation Badan Nakotika Nasional (BNN) Republik Indonesia bersama dengan Ditjen Bea dan Cukai serta Kepolisian Daerah Jawa timur dan ini adalah bukti bahwa sinergi intelijen yang tajam dan langkah yang terukur mampu mematahkan langkah jaringan kejahatan lintas negara sebelum mereka menebar kerusakan lebih luas di tengah masyarakat
Para pelaku tidak lagi bergerak secara sederhana mereka berusaha memanfaatkan celah perdagangan internasional menuyusup melalui jalur impor resmi dan membungkus kejahatan seolah-olah sebagai aktivitas ekonomi yang sah.
Ia menegaskan “Kasus ini menjadi pengungkapan pertama di indonesia terhadap upaya penyelundupan kuncup bunga kanabinoit (cannabist buds) asal Thailand melalui jalur impor resmi. Barang haram tersebut disamarkan di antara tumpukan koper dan produk lateks dilengkapi dokumen kepabeanan yang tampaknya sah, seakan-akan negara di kelabuhi oleh administrasi yang begitu rapi, Tetapi hari ini kita buktikan negara tidak tidur, aparat tidak lengah dan hukum tidak dapat di permainkan”, tegasnya.
Suyudi menjelaskan, lebih dari sekedar penyelundupan kasus ini menjadi wajah baru ancaman narkotika berdasarkan informasi intelijen kuncup bunga kanabinoit ini di rencanakan untuk di gunakan sebagai bahan baku penghasil THC (Tetrahydrocannabinol) dan merupakan bahan baku cairan isi ulang (cartridge) rokok elektrik, jelasnya.
Lebih lanjut, tim gabungan berhasil mengamankan 12 pelaku, yang saat ini masih dalam pendalam dan pemeriksaan lebih lanjut dan dalam operasi ini negara berhasil menyita barang bukti dalam jumlah yang sangat besar yaitu 3,37 Ton atau 3.337.400 gram bruto narkotika dari empat kontainer, sejatinya angka tersebut bukan sekedar nomerik semata namun di balik 3,37 ton barang bukti ini terdapat ancaman nyata terhadap jutaan anak bangsa kita, lanjutnya.
Suyudi menyebutkan, pengungkapan kejahatan narkotika ini menyelamatkan potensi penyalagunaan terhadap 10.114.200 jiwa, sekaligus mencegah potensi kerugian ekonomi hingga mencapai 4.585.104.000.000.00 artinya hari ini bukan hanya menggagalkan penyelundupan namun hari ini kita menyelamatkan manusia, menyelamatkan keluarga dan menyelamatkan masa depan Indonesia
Atas pencapaian ini, Kepala BNN RI Komjen pol. Suyudi meyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.
Penemuan barang haram dalam jumlah masif ini menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk dari Ketua DPRD Jawa timur Drs. M. Musyafak Rouf.
Drs. M. Musyafak Rouf menyatakan rasa prihatinnya atas temuan barang terlarang yang begitu besar tersebut. “Ini adalah pertama kalinya terjadi skala sebesar ini di Jawa Timur,” ungkapnya. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam pengungkapan kasus ini, terutama Badan Narkotika Nasional (BNN).
Menyikapi kejadian serius ini, Drs. M. Musyafak Rouf menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi. “Ke depannya, kami akan lebih tingkatkan lagi kerjasama dengan BNN Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” jelasnya. Langkah ini diambil dengan harapan agar kasus serupa tidak terulang kembali dan peredaran narkotika dapat diberantas secara tuntas di Jawa Timur.
Pengungkapan ini menjadi pengingat akan ancaman narkotika yang terus mengintai dan pentingnya kolaborasi yang solid antara lembaga penegak hukum dan pemerintah daerah dalam memerangi peredaran gelap narkoba.
Reporter : Marhendrah









