Masjid dan Spirit Gotong Royong Umat

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Dalam kehidupan modern yang cenderung individualistik, masjid memiliki peran penting dalam menghidupkan kembali spirit gotong royong umat agar solidaritas sosial tetap terjaga dan berkembang.

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan…” (QS. Al-Ma’idah : 2)

Ayat ini menegaskan bahwa umat Islam diperintahkan untuk saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan. Masjid menjadi tempat terbaik untuk mengimplementasikan perintah ini, karena di dalamnya umat berkumpul, dan saling mendukung dalam berbagai kegiatan ibadah maupun sosial.

Nabi Muhammad Saw. bersabda “Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan berkasih sayang adalah seperti satu tubuh; apabila satu bagian tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan sakit.” (HR. Muslim)

Hadis ini menggambarkan bahwa umat Islam adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Masjid sebagai pusat umat harus menjadi tempat yang menumbuhkan rasa kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Masjid dan spirit gotong royong umat berarti menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas kolektif yang melibatkan seluruh jamaah dalam berbagai kegiatan kebaikan.

Pertama, masjid menjadi pusat gotong royong dalam pembangunan dan pemeliharaan fasilitas ibadah. Pembangunan masjid, perawatan kebersihan, dan pengelolaan lingkungan masjid sering kali dilakukan secara bersama-sama oleh jamaah sebagai bentuk kepedulian terhadap rumah Allah Swt.

Kedua, masjid menjadi pusat gotong royong dalam kegiatan sosial. Program seperti santunan anak yatim, bantuan untuk kaum dhuafa, penggalangan dana bencana, dan kegiatan sosial lainnya menjadi wujud nyata kepedulian umat yang dikelola melalui masjid.

Ketiga, masjid menjadi pusat gotong royong dalam pendidikan dan pembinaan umat. Kegiatan pengajian, kajian ilmu, dan pembinaan generasi muda sering melibatkan banyak pihak, baik sebagai pengajar, pengelola, maupun peserta, sehingga tercipta kerja sama yang harmonis.

Keempat, masjid juga menjadi pusat gotong royong dalam pemberdayaan ekonomi umat. Program koperasi masjid, usaha kecil berbasis jamaah, dan pelatihan keterampilan merupakan bentuk kerja sama yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan bersama.

Kelima, spirit gotong royong di masjid juga memperkuat hubungan sosial antarjamaah. Ketika jamaah saling membantu dan bekerja sama, maka akan tumbuh rasa kebersamaan yang kuat dan menghilangkan sekat-sekat sosial dalam masyarakat.

Dengan demikian, masjid bukan hanya tempat ibadah individu, tetapi juga pusat kekuatan sosial yang menghidupkan semangat kebersamaan dan kerja kolektif umat.

“Ketika masjid menjadi pusat gotong royong, maka umat akan menjadi kuat, karena kekuatan sejati lahir dari kebersamaan yang dilandasi iman dan kepedulian.”

Oleh karena itu, menghidupkan spirit gotong royong di masjid adalah langkah penting dalam membangun umat yang solid, peduli, dan berdaya. Masjid yang hidup dengan semangat kebersamaan akan menjadi fondasi kuat bagi kebangkitan umat Islam.

Penulis Fathurrahim Syuhadi