Dakwah Berkemajuan Berbasis Masjid

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Dalam konteks kehidupan modern yang terus berubah dengan cepat, dakwah tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional semata, tetapi harus berkemajuan, adaptif, dan solutif. Dakwah berkemajuan berbasis masjid berarti menjadikan masjid sebagai pusat gerakan dakwah yang mencerahkan, memberdayakan, dan menjawab tantangan zaman.

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik…” (QS. An-Nahl: 125)

Ayat ini menegaskan bahwa dakwah harus dilakukan dengan hikmah, kebijaksanaan, dan pendekatan yang baik. Masjid sebagai pusat dakwah harus mampu menghadirkan pesan-pesan Islam yang menyejukkan, relevan, dan mudah diterima oleh semua lapisan masyarakat. Dakwah tidak boleh bersifat memaksa, tetapi harus membangun kesadaran dan pemahaman yang mendalam.

Nabi Muhammad Saw. bersabda “Sampaikanlah dariku walau satu ayat.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa setiap muslim memiliki peran dalam dakwah, sekecil apa pun kontribusinya. Masjid menjadi tempat terbaik untuk menggerakkan dakwah ini secara kolektif, terstruktur, dan berkelanjutan, sehingga pesan Islam dapat tersebar luas dengan cara yang baik dan beradab.

Dakwah berkemajuan berbasis masjid berarti menjadikan masjid sebagai pusat inovasi dakwah yang tidak hanya berbicara tentang ibadah ritual, tetapi juga menjawab persoalan kehidupan umat. Dakwah tidak boleh terpisah dari realitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan teknologi yang berkembang di masyarakat.

Pertama, masjid harus menjadi pusat dakwah yang inklusif dan terbuka. Dakwah di masjid harus mampu menjangkau semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia. Materi dakwah juga harus disesuaikan dengan kebutuhan jamaah agar lebih relevan dan mudah dipahami.

Kedua, masjid harus mengembangkan metode dakwah yang kreatif dan modern. Di era digital, dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah langsung, tetapi juga melalui media sosial, video edukasi, podcast, dan platform digital lainnya. Masjid harus menjadi pusat produksi konten dakwah yang positif dan mencerahkan.

Ketiga, dakwah berbasis masjid harus bersifat solutif. Artinya, dakwah tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga memberikan solusi terhadap berbagai persoalan umat, seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan masalah sosial lainnya.

Keempat, masjid harus menjadi pusat pengkaderan dai dan mubaligh muda. Remaja masjid perlu dibina agar memiliki kemampuan dakwah yang baik, baik dari segi ilmu, komunikasi, maupun akhlak. Dengan demikian, keberlanjutan dakwah akan terjaga dari generasi ke generasi.

Kelima, dakwah berkemajuan juga harus mengedepankan kolaborasi. Masjid perlu bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan komunitas sosial untuk memperluas jangkauan dakwah.

Dengan pendekatan tersebut, masjid akan menjadi pusat dakwah yang hidup, dinamis, dan relevan dengan perkembangan zaman. Dakwah tidak lagi terbatas pada ruang dan waktu, tetapi menjadi gerakan yang terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi umat.

“Dakwah yang berkemajuan lahir dari masjid yang hidup, yang mampu mengubah ilmu menjadi gerakan dan pesan menjadi perubahan nyata dalam kehidupan umat.”

Penulis Fathurrahim Syuhadi