LAMONGAN LintasJatimNews – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Lamongan di bidang pendidikan. Pemerintah Kabupaten Lamongan berhasil meraih penghargaan atas keberhasilan pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI), sebuah platform digital yang dikembangkan untuk memperluas akses terhadap buku dan sumber belajar berkualitas bagi peserta didik dan tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Kepada awak media, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menunjukkan penghargaan Terbaik 3 Nasional Praktik Baik Pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) untuk Pembelajaran dari Kemendikdasmen belum lama ini
Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi dan penguatan budaya literasi digital. Capaian ini pun mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan pendidikan, termasuk keluarga besar SMP Negeri 1 Pucuk.
Kepala SMP Negeri 1 Pucuk, Muhammad Said, S.Pd., M.Pd. menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas penghargaan yang diterima Kabupaten Lamongan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa berbagai upaya yang selama ini dilakukan pemerintah daerah dalam mendorong pemanfaatan teknologi pendidikan telah membuahkan hasil yang membanggakan.
“Prestasi ini adalah kabar yang sangat menggembirakan sekaligus membanggakan bagi kita semua. Penghargaan ini bukan hanya simbol keberhasilan administratif, tetapi menjadi bukti bahwa Lamongan serius dan konsisten dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang berkualitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Said menilai bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa arah kebijakan pendidikan di Lamongan sudah berada pada jalur yang tepat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan tantangan dunia pendidikan abad ke-21, kehadiran platform digital seperti SIBI menjadi solusi strategis untuk memastikan pemerataan akses sumber belajar yang bermutu.
Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Digital SIBI merupakan platform yang menyediakan berbagai buku teks dan bahan ajar digital yang dapat diakses secara mudah oleh guru maupun siswa. Kehadiran platform ini sangat membantu sekolah dalam mengatasi keterbatasan ketersediaan buku cetak sekaligus memperluas akses terhadap sumber belajar yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menurut M. Said, pemanfaatan SIBI sejalan dengan semangat Merdeka Belajar yang menekankan pentingnya pembelajaran yang fleksibel, adaptif, dan berpusat pada peserta didik.
“Melalui SIBI, guru memiliki lebih banyak pilihan referensi untuk mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Sementara siswa memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk mengakses berbagai sumber pengetahuan kapan saja dan di mana saja,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa transformasi digital dalam pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan yang harus direspons secara positif oleh seluruh satuan pendidikan. Oleh karena itu, penghargaan yang diraih Lamongan harus dijadikan momentum untuk memperkuat budaya literasi digital di sekolah-sekolah.
Menjadi Pemantik Semangat bagi Sekolah
Bagi SMP Negeri 1 Pucuk, penghargaan ini menjadi sumber inspirasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Said mengajak seluruh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik untuk semakin aktif memanfaatkan berbagai platform digital yang telah disediakan pemerintah.
“Penghargaan ini harus menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga sekolah. Kita tidak boleh cepat berpuas diri, tetapi justru harus semakin termotivasi untuk memanfaatkan teknologi secara optimal demi meningkatkan mutu pembelajaran,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya belajar yang memadukan literasi membaca dengan literasi digital. Menurutnya, generasi muda saat ini harus dibekali kemampuan mencari, memilah, menganalisis, dan memanfaatkan informasi secara bijak agar mampu bersaing di era global.
Komitmen SMPN 1 Pucuk Wujudkan Pendidikan Berkualitas
Sebagai salah satu sekolah yang terus berupaya beradaptasi dengan perkembangan teknologi, SMPN 1 Pucuk berkomitmen memperkuat pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Berbagai program peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi sekolah, serta pemanfaatan sumber belajar digital akan terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Selain itu, sekolah juga berupaya menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, kolaboratif, dan menyenangkan sehingga peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.
“Dengan memanfaatkan platform SIBI secara optimal, kita tidak hanya memperluas akses literasi, tetapi juga mempersiapkan generasi yang memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan masa depan. Inilah investasi terbaik untuk mencetak generasi emas Indonesia,” ungkap Said.
Ia berharap penghargaan yang diraih Kabupaten Lamongan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sekolah untuk terus berinovasi dan memperkuat budaya literasi digital. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, pendidikan Lamongan diyakini akan semakin maju dan mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
“Semoga capaian ini menjadi langkah awal untuk terus melompat lebih tinggi. Mari kita jadikan prestasi Lamongan sebagai energi positif untuk membangun pendidikan yang lebih bermutu, inklusif, dan berkemajuan,” pungkasnya.
Reporter Fathurrahim Syuhadi









