LAMONGAN lintasjatimnews – Fathurrahim Syuhadi Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, menyampaikan pesan tentang pentingnya bersyukur, bertakwa, semangat berkurban, dan penguatan dakwah Muhammadiyah dalam khutbah Idul Adha 1447 Hijriah yang digelar di halaman Perguruan Muhammadiyah PRM Kandangsemangkon Paciran, Rabu (27/5/2026).
Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat iman dan Islam yang diberikan Allah Swt. Menurutnya, rasa syukur menjadi kunci bertambahnya nikmat dan keberkahan hidup sebagaimana firman Allah dalam QS Ibrahim ayat 7.
“Allah telah menjanjikan bahwa siapa yang bersyukur akan ditambah nikmatnya, sedangkan orang yang kufur terhadap nikmat Allah akan mendapatkan azab yang pedih. Karena itu, rasa syukur harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui ibadah dan amal saleh,” ujarnya di hadapan jamaah salat Idul Adha.
Selain rasa syukur, Fathurrahim juga mengingatkan pentingnya meningkatkan iman dan takwa sebagai bekal menuju kehidupan akhirat. Ia mengutip QS Ali Imran ayat 102 yang memerintahkan umat Islam untuk bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.
Menurutnya, Idul Adha menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kesabaran sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Ia menjelaskan bahwa dua ibadah yang sangat identik dengan Idul Adha adalah ibadah kurban dan ibadah haji. Kedua ibadah tersebut mengajarkan manusia tentang kepatuhan total kepada Allah Swt sekaligus melatih keikhlasan dalam menjalani ujian kehidupan.
“Keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menunjukkan bahwa pengorbanan yang dilandasi iman dan ketakwaan akan menghadirkan pertolongan Allah. Dari kisah itulah syariat kurban ditanamkan kepada umat Islam hingga hari ini,” ujar penulis buku Sejarah Muhammadiyah Lamongan ini
Dalam khutbahnya, Wakil Ketua PDM Lamongan yang membidangi MPKSDI, LSBO dan LPCPM ini juga mengajak jamaah, khususnya generasi muda, untuk memiliki cita-cita menunaikan ibadah haji dan umrah ke Tanah Suci. Ia menyebut ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga bentuk pengorbanan harta, waktu, dan kesiapan hati untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Ia turut membagikan kisah inspiratif tentang seorang anak berkebutuhan khusus yang setiap tahun mampu berkurban seekor kambing dari hasil menabung uang pemberian orang lain. Kisah tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk beribadah dan berbagi kepada sesama.
“Semangat berkurban harus tumbuh dalam diri setiap muslim. Bahkan dalam kondisi terbatas pun, jika ada niat dan kesungguhan, Allah akan memberikan jalan,” tutur Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Lamongan ini
Momentum bulan Dzulhijjah juga dikaitkan dengan sejarah berdirinya Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan pada 8 Dzulhijjah 1330 Hijriah. Fathurrahim menyebut Muhammadiyah kini telah berkembang luas hingga berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara melalui dakwah dan amal usaha yang terus bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.
Kepada warga Muhammadiyah di Ranting Kandangsemangkon, ia mengajak seluruh jamaah untuk terus memakmurkan amal usaha Muhammadiyah seperti PAUD, TK, TPA, MI, SMP, musholla, dan masjid. Ia juga menekankan pentingnya penguatan kaderisasi melalui organisasi otonom seperti IPM, Hizbul Wathan, Tapak Suci, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan Aisyiyah.
Menurutnya, pembinaan generasi muda menjadi tanggung jawab bersama agar perjuangan dakwah Muhammadiyah dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Menutup khutbahnya, Fathurrahim mengajak umat Islam untuk memperkuat persatuan dan saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan sebagaimana pesan dalam QS Al-Maidah ayat 2. Ia juga mengingatkan jamaah agar mempersiapkan amal terbaik sebagai bekal kehidupan akhirat.
Khutbah Idul Adha kemudian diakhiri dengan doa bersama untuk kesehatan, kelapangan rezeki, penerimaan amal kurban, serta harapan agar umat Islam diberikan kesempatan menjadi tamu Allah di Makkah dan Madinah melalui ibadah haji dan umrah.
(Redaksi)









