SURABAYA lintasjatimnews – Sekelompok mahasiswa dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Inovasi yang diberi nama PENSyarat AI ini, dikenalkan di SDLB-B Karya Mulya Surabaya pada Selasa, 19 Mei kemarin. (20/5/26).
Muhammad Ariel Sulton, ketua tim pengembang PENSyarat AI menyampaikan jika kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan ini melibatkan siswa/i dan guru pengajar sekolah. “Jadi inovasi ini berupa platform pembelajaran pemahaman kosakata untuk memudahkan siswa membaca secara visual. Kami memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan pengenalan gestur Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) untuk siswa SDLB-B tingkat pemula,” terang Ariel saat didampingi pembimbingnya Paramita Eka Wahyu Lestari, MT. di sela-sela acara.
Paramita menambahkan jika inovasi yang dibuat oleh mahasiswanya ini merupakan kelanjutan dari riset yang ditekuni Ariel dan rekan-rekannya.
“Sebelumnya mereka pernah membuat karya untuk dikompetisikan. Dan, mereka pun kemudian tertantang untuk mengembangkan karya mereka. Sebagai solusi nyata untuk mengatasi tantangan literasi dan komunikasi yang dihadapi anak berkebutuhan khusus, tunarungu, “kata Paramita.
Dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), Ariel dan rekan-rekannya mengembangkan platform agar mampu mendeteksi dan mengenali gestur tangan pengguna secara langsung (real-time) sesuai standar SIBI. “Anak-anak yang menggunakan platform ini akan merasakan pengalaman belajar yang mandiri dan menyenangkan. Ada interaksi visual dua arah, “imbuh Ariel. 
Siswa tingkat pemula dapat belajar kosakata baru, dan mempraktikkan gerakan isyaratnya di depan kamera perangkat. Teknologi AI yang disematkan di dalam platform akan langsung menangkap dan memberikan umpan balik, apakah gerakan tersebut sudah tepat.
Jika belum tepat siswa pun akan memperbaikinya. Suasana ruang kelas menjadi lebih interaktif saat siswa mencoba langsung secara bergantian praktik bahasa isyarat tersebut di hadapan layar komputer.
Sriati, guru pendamping kelas 4 SDLB-B Karya Mulya menyampaikan jika inovasi ini akan sangat membantu jika diterapkan.
“Anak-anak kelihatan sangat tertarik dengan inovasi ini, meskipun terkadang kurang sabar mempraktekkan. Namun ini bisa jadi masukan juga untuk teman-teman di kampus jika nanti benar-benar diimplementasikan,”kata beliau.
Di lokasi berbeda, Kepala Sekolah SDLB-B Karya Mulya memberikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan di sekolahnya. Pihak sekolah berharap platform PENSyarat AI ini dapat segera diterapkan dalam kurikulum harian untuk membantu mempercepat penguasaan bahasa dan meningkatkan rasa percaya diri para siswa dalam berkomunikasi. (ppid)
Reporter: ahmadh









