TRENGGALEK lintasjatimnews – Waktu istirahat merupakan sarana untuk memupuk kebersamaan, antara personel satgas TMMD ke-128 Kodim 0806/Trenggalek dengan warga Sukorejo, Kecamatan Gandusari. Berkomunikasi bisa dilakukan dimana saja, di sela-sela istirahat pekerjaan proyek fisik jalan bisa tertawa juga bercanda.
Tidak cukup itu saja, Tim Satgas di bawah Danton Letda Inf Wibisono Nyotoharjo dari Yonif TP 886/PJ berusaha menyerap aspirasi warga yang terlibat dalam pengerjaan proyek fisik. “Fungsi istirahat itu bisa sebagai sarana menyerap aspirasi, bertukar informasi, terutama terkait pengerjaan proyek. Juga kendala-kendala yang dihadapi warga,” ujarnya.
Dengan saling bertukar informasi secara tidak langsung terjadi keakraban antara anggota Satgas dengan warga. “Dari sini semakin mempererat hubungan silaturahmi, sekaligus bentuk memanunggalkan TNI dengan rakyat, serta memperkuat partisipasi warga dalam pembangunan fisik dan nonfisik,” ungkapnya.
Bagi Letda Inf Wibisono, membangun keakraban dan kedekatan emosional antara anggota Satgas TMMD dengan masyarakat setempat agar tidak ada jarak. Sehingga ke depan, meningkatkan partisipasi warga untuk semangat bergotong royong dan dengan kesadaran masyarakat untuk aktif terlibat dalam sasaran fisik maupun nonfisik TMMD.
“Kalau tidak melakukan komunikasi, bagaimana kita mengetahui perkembangan situasi, kendala, atau aspirasi masyarakat di wilayah binaan secara langsung,” tegasnya.
Untuk diketahui, selian peningkatan jalan sepanjang 320 meter dan lebar 2,5 meter, juga ada pembangunan tanggul penahan jalan (TPJ) di 8 titik. Kemudian, program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), di antaranya TNI Manunggal air di lima titik, rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 9 unit, penghijauan, pembagian paket anak stunting, ketahanan pangan, pembersihan fasilitas umum.
Terselenggaranya delapan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan berupa, sosialisasi wawasan kebangsaan (wasbang) dan bela negara (belneg), sosialisasi gulbencal, sosialisasi bahaya narkoba, sosialisasi UMKM berbasis IT, sosialisasi membangun desa wisata, sosialisasi kesehatan hewan, sosialisasi pencegahan stunting.
Kemudian empat kegiatan pelayanan umum berupa, pengobatan masal, pelayanan posyandu, pembuatan SIM dan perpanjangan STNK, dan pelayanan Pendidikan. Juga ada dua kegiatan pelatihan dan edukasi berupa pelatihan gulbencal dan pembuatan pupuk organik. Selain ada dua kegiatan sosial berupa pembagian sembako atau paket stunting, dan penanaman pohon, serta pemutaran film perjuangan.
(feri)









