LAMONGAN lintasjatimnews – Kepala SMA Negeri Bluluk, H. Muhtarom, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa masa depan pendidikan Indonesia harus diarahkan pada lompatan besar yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Menurutnya, tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau sekolah semata, melainkan gerakan bersama seluruh elemen bangsa.
“Hardiknas harus kita maknai lebih dari sekadar seremoni. Ini adalah momentum refleksi dan aksi untuk memperkuat kolaborasi semua pihak dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan merata,” ujar Muhtarom.
Ia menekankan bahwa menuju Indonesia Emas 2045, dunia pendidikan harus menjadi pilar utama dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, adaptif, dan berdaya saing global.
“Indonesia Emas bukan sekadar cita-cita, tetapi target yang harus dipersiapkan sejak sekarang. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi perubahan global,” tegasnya.
Dalam konteks perkembangan zaman, Muhtarom menyoroti pesatnya kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, yang menuntut perubahan dalam sistem pembelajaran. Ia menilai bahwa sekolah perlu melakukan transformasi dengan mengedepankan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kolaborasi.
“Pembelajaran harus lebih kontekstual dan relevan. Guru tidak lagi hanya sebagai penyampai materi, tetapi menjadi fasilitator dan inspirator yang membimbing siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menggarisbawahi pentingnya partisipasi semesta sebagaimana tema Hardiknas. Sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan dunia usaha dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.
“Tidak ada pendidikan yang berhasil tanpa dukungan bersama. Orang tua, masyarakat, bahkan dunia industri harus terlibat aktif agar pendidikan benar-benar menghasilkan generasi yang siap menghadapi dunia nyata,” tambahnya.
Dalam konteks daerah, Muhtarom optimistis bahwa sekolah-sekolah di Lamongan mampu berkontribusi besar dalam mencetak generasi unggul. Ia menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk tertinggal, justru menjadi motivasi untuk terus berinovasi.
“Sekolah di daerah harus percaya diri. Dengan komitmen, kreativitas, dan kerja sama, kita bisa mencetak generasi yang tidak kalah dengan daerah lain,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Muhtarom mengajak seluruh insan pendidikan menjadikan Hardiknas sebagai titik tolak perubahan nyata dalam dunia pendidikan Indonesia.
“Menyongsong Indonesia Emas 2045 membutuhkan kerja keras, inovasi, dan kebersamaan. Mari kita jadikan Hardiknas sebagai momentum untuk bergerak bersama, memperkuat partisipasi semesta, dan menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua,” pungkasnya.
Reporter Fathurrahim Syuhadi









