BATU lintasjatimnews – Training of Trainers (ToT) bagi Fasilitator Pelatihan Pembelajaran Mendalam dengan Sasaran Guru Tahap 3, dibuka secara resmi oleh Kepalal Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) dan berlangsung sejak 1 s.d. 6 Juli 2025 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Kota Batu.
Dalam sambutannya Kepala BBGTK Jawa Timur, Dr. Abu Akhaer, M.Pd. mengungkapkan Bahwa Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Timur memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kompetensi profesional guru. Guru sebagai ujung tombak dalam proses pembelajaran memilki peran krusial dalam membentuk generasi penerus yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Namun seringkali guru menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan pendekatan dan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman, terutama dalam menghadapi dinamika kurikulum dan karaktersistik peserta didik, ungkap orang nomor satu yang dikenal ramah dan santun.
Lebih lanjut Abu Khaer menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi kunci untuk mentransformasi proses belajar di kelas. Pendekatan pembelajaran mendalam tidak hanya menekankan pada penguasaan konten tetapi juga pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunkasi yang esensial bagi peserta didik untuk menghadapi kompleksitas abad XXI. Pembelajaran mendalam mendorong peserta didik untuk memahami konsep secara mendalam, menghubungkan pengetahuan dengan konteks dunia nyata, dan mengembangkan kemampuan untuk memecahkan masalah, jelas Abu Khaer, yang senang berbaur dan tegur sapa dengan para peserta.
Untuk mengimplementasikan pembelajaran mendalam, Abu Khaer menegaskan bahwa peran fasilitator sangat penting sebagai ujung tombak penyebaran praktik pembelajaran mendalam yang bermakna dan berdampak. Fasilitatorlah yang akan berperan sebagai motor penggerak perubahan, membimbing para guru untuk memahami filosofi, prinsip, dan praktik pembelajaran mendalam. Tanpa fasilitator yang kompeten, penyebaran dan adopsi pembelajaran mendalam di kalangan guru akan berjalan lamban dan kurang efektf.
Orang nomor satu di BBGTK Jatim yang punya hobi gowes itu mengajak seluruh peserta untuk membangun semangat kolaboratif, saling berbagi praktik baik, dan memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pembelajaran yang relevan di sekolah dasar dan sekolah luar biasa.
Kegiatan ToT ini diharapkan bisa melahirkan calon fasilitator yang mumpuni yang tidak hanya menguasai materi pembelajaran mendalam tetapi juga memiliki keterampilan paedagogis dan andragogis yang kuat untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada para guru. Fasilitator harus adaptif, inspiratif, dan siap menyampaikan pelatihan dengan semangat RAMAH — Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis demi terciptanya ekosistem belajar yang berkualitas dan membangun.
Selama enam hari, peserta mengikuti pelatihan sebanyak 60 JP (jam pelatihan) dengan pendekatan andragogi, yaitu pembelajaran yang dirancang untuk orang dewasa. Metode yang digunakan mencakup Problem-Based Learning, Project-Based Learning, Collaborative Learning, dan Inkuiri, yang mendorong peserta untuk aktif belajar dari konsep hingga praktik nyata.
Materi yang dipelajari mencakup berbagai topik seperti Growth Mindset (pola piker bertumbuh), kerangka kerja pembelajaran mendalam, prinsip dan pengalaman belajar, asesmen dan pembelajaran mendalam, perencanaan, implementasi hingga refleksi pembelajaran mendalam. Peserta juga dibekali strategi mengajar orang dewasa, melakukan simulasi, serta asesmen awal dan akhir. Setiap sesi ditutup dengan refleksi sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran.
Sebanyak 67 peserta ToT Tahap III dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas ToT SD-7 dan ToT SLB-1. Masing-masing kelas dipandu dua narasumber inti. Kelas ToT SD-7 dipandu oleh Tatik Hardiyanti, S.H., M.H. dan Tatu Fauziyah Rasyida, S.P. sedangkan Kelas ToT SLB-1 dipandu oleh Rani Dewi Prawesti, S.Pd. dan Unggul Indarto, S.P., M.M.A.
Pada hari pertama pelatihan, peserta mendapatkan materi umum tentang Kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang disampaikan pada saat pembukan oleh kepala BBGTK, Dr Abu Khaer, MPd. Prof. Materi berukut dipandu secara bergantian oleh narasumber masing-masing secara bergantian.
Ada tujuh materi inti dan lima materi penunjang yang dituntaskan selama enam hari, yaitu:
Materi Umum: Pola Pikir Bertumbuh (Growrth Mindset dalam Pembelajaran Mendalam, Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam, Prinsip dan Pengalaman Belajar, Asesmen dan Pembelajaran Mendalam, Perencanaan Pembelajaran, Implementasi dan Refleksi Perencanaan Pembelajaran, inkuiri dan Kolabiratif.
Materi Penunjang: Strategi Mengajar Orang Dewasa, Simulasi Mengajar Orang Dewasa, Evaluasi Penyelenggaraan Kegiatan, Refleksi Kegiatan, serta Asesmen Awal dan Asemen Akhir.
Training of Trainers (ToT) bagi Fasilitator Pelatihan Pembelajaran Mendalam ditutup secara resmi oleh keptua panitia penyelenggara, Wahyu Tresnaeni, S.Si. Dalam sambutannya Wahyu menyampaikan apresiasinya terhadap peserta yang telah melaksanakan kegiatan dengan tertib dan disiplin. Beliau juga menyampaikan hasil evalusi penyelenggaraan yang disampaikan peserta melalui LMS maupun google form, bahwa 95% peserta menilai penyelenggaraan ToT ini baik hingga sangat baik. Meskipun demikian dirinya mewakili panitia juga menyampaikan permohonan maaf manakala masih ada kekurangan, misalnya menu makanan yang mungkin kurang sesuai harapan atau air hangat yang tidak mencukupi atau bahkan tidak keluar sama sekali.
Bagian akhir, Ketua Panitia Penyelnggara menyampaikan bahwa Training of Trainers (ToT) bagi Fasilitator Pelatihan Pembelajaran Mendalam Tahap III berakhir dengan hasil sangat memuaskan tanpa ada peserta yang sakit atau tidak bisa melanjutkan pelatihan. Sebanyak 67 peserta dinyatakan lulus dengan predikat baik dan sangat baik. Kegiatan diakkhiri dengan foto bersama panitia, narasumber dan para peserta pelatihan.
Kontributor: M. Said









