LAMONGAN lintasjatimnews – Pengabdian sejati tidak selalu diukur dari jabatan yang diemban atau penghargaan yang diraih, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada sesama. Prinsip inilah yang menjadi semangat perjalanan hidup Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd., seorang pendidik, organisatoris, sekaligus penggerak pemberdayaan perempuan di Kabupaten Lamongan.
Lahir di Lamongan pada 2 Mei 1977, Uswatun Hasanah mengabdikan dirinya sebagai Aparatur Sipil Negara dan guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 2 Sukodadi. Baginya, menjadi seorang guru bukan sekadar menjalankan tugas mengajar di ruang kelas, melainkan juga menanamkan nilai-nilai kehidupan, membangun karakter, dan mengantarkan generasi muda menuju masa depan yang lebih baik.
Komitmen tersebut tercermin melalui berbagai upayanya dalam mengembangkan pembelajaran inovatif berbasis teknologi, membina kegiatan ekstrakurikuler English Club, serta mendampingi peserta didik meraih prestasi. Sejumlah siswa binaannya berhasil menorehkan capaian dalam kompetisi story telling dan Olimpiade Bahasa Inggris tingkat kabupaten.
Dedikasinya di dunia pendidikan juga mengantarkan Uswatun masuk dalam sepuluh besar guru berprestasi dan inovatif tingkat kabupaten pada tahun 2016. Pada tahun 2024, ia berhasil menyelesaikan pendidikan Guru Penggerak. Sebelumnya, pada tahun 2014, ia meraih gelar magister Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Negeri Surabaya melalui beasiswa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan predikat cumlaude.
Namun, perjalanan pengabdiannya tidak berhenti di dunia pendidikan. Uswatun juga aktif membangun kontribusi melalui organisasi kemasyarakatan. Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Babat periode 2021–2026, hingga mengakhiri masa khidmahnya pada 4 April 2026.
Selain itu, ia turut berkiprah di Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lamongan, Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Lamongan, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Lamongan, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Kabupaten Lamongan, dan bulan Agustus 2026 terpilih menjadi Ketua MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Lamongan untuk periode 2026 – 2031.
Berbagai pengalaman organisasi tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus sarana untuk memperluas kebermanfaatan, khususnya dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan keluarga. Melalui kegiatan kaderisasi, pelatihan instruktur kurikulum, hingga Training of Trainer di bidang pemberdayaan perempuan, Uswatun terus mengembangkan kompetensi dan kapasitas kepemimpinan serta pengabdianya.
Kompetensinya juga didukung oleh pengalaman dalam pengelolaan sekolah, termasuk saat mengemban amanah sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Di luar tugas profesional dan organisasi, ia tetap aktif dalam kegiatan sosial, seni, dan keagamaan, mulai dari menulis buku antologi, menjadi MC, inisiator kegiatan Jumat Berkah, hingga membina majelis taklim di lingkungan masyarakat.
Pada bulan April tahun 2026 ini, Uswatun kembali menorehkan prestasi dengan meraih peringkat kedua dalam Pemilihan Perempuan Muslimat Hebat yang diselenggarakan oleh PC Muslimat NU Lamongan. Pencapaian ini menjadi salah satu bukti konsistensinya dalam mengembangkan diri sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Di balik berbagai amanah dan pencapaian tersebut, keluarga tetap menjadi sumber kekuatan utama. Bersama suaminya, Suwarno, yang juga merupakan ASN guru matematika, Uswatun membangun keluarga yang menempatkan pendidikan dan doa sebagai bagian penting dalam perjalanan hidup.
Kebahagiaan tersendiri baginya adalah menyaksikan kedua anaknya menempuh pendidikan dan meraih cita-cita. Putra sulungnya, Syafi’ Bariq’ Syihabudin Hidayatullah, berhasil menyelesaikan pendidikan magister Statistik di Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui program beasiswa dan diwisuda dengan predikat cumlaude pada 4 Oktober 2026. Sementara itu, putri keduanya, Syifa Nadia Humairoh, diterima di Universitas Pembangunan Nasional Surabaya pada program studi Manajemen.
Bagi Uswatun, keberhasilan keluarga bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang nilai ketekunan, dukungan, doa, dan keteladanan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah kesibukan sebagai pendidik dan aktivis organisasi, ia tetap meluangkan waktu untuk membersamai para perempuan di lingkungan tempat tinggalnya, berbagi ilmu, serta bertukar pengalaman bersama jamaah majelis taklim di desa. Ia meyakini bahwa perubahan yang berdampak tidak selalu harus dimulai dari lingkup yang besar. Justru, kebermanfaatan yang nyata dapat tumbuh dari keluarga, tetangga, dan masyarakat terdekat.
Berkumpul bersama kaum ibu, berbagi pengalaman, dan memberikan motivasi agar tetap istiqamah dalam kebaikan menjadi kebahagiaan tersendiri baginya. Sebab, menurut Uswatun, keluarga dan lingkungan sekitar bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ladang perjuangan sekaligus ibadah.
Perjalanan Uswatun Hasanah menjadi pengingat bahwa perempuan dapat mengambil peran strategis dalam berbagai bidang kehidupan. Menjadi pendidik yang menginspirasi, pemimpin organisasi yang bertanggung jawab, ibu yang mendukung masa depan keluarga, sekaligus anggota masyarakat yang hadir membawa manfaat.
Ia pun terus berkomitmen untuk belajar, berkarya, dan mengabdi serta menebar manfaat demi terwujudnya generasi yang cerdas, berakhlak, tangguh, berdaya, dan mandiri.
Pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang melangkah, tetapi juga tentang seberapa banyak orang lain yang ikut tumbuh dan merasakan manfaat dari langkah tersebut. Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa pengabdian terbaik selalu berawal dari ketulusan hati dan tumbuh melalui tindakan nyata.
Reporter Fathurrahim Syuhadi









