PONOROGO lintajatimnews – Kodim 0802/Ponorogo tadi pagi menggelar Upacara Bendera 17 an bertempat di lapangan apel Makodim 0802/Ponorogo jalan Basuki Rahmat no 38 kota Kabupaten Ponorogo, Kamis (17/09/2026).
Upacara diikuti prajurit dan PNS Kodim Ponorogo dengan Inspektur Upacara (Irup) yaitu Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra, S. Sos , MMDS diwakili Kasdim 0802/Ponorogo Mayor Inf Agus Budi C.
Dihadapan peserta upacara Irup membaca Amanat Panglima Kodam V/Brawijaya Mayor Jenderal Rudy Saladin, M.A. yang isi Amanat diantaranya menyampaikan terkait dinamika lingkungan strategis saat ini yang perkembangannya semakin cepat, kompleks dan penuh ketidakpastian yang perlu dicermati karena dampak yang ditimbulkannya sangat kompleks.
Dalam menghadapi situasi tersebut hendaknya kita semua bisa mengambil langkah tepat sehingga bisa menghadapi segala tantangan ke depan yang mungkin timbul termasuk adanya porensi bencana yang perlu disikapi dan ditangani secara serius dimana dalam konteks tersebut saat ini di wilayah Jawa Timur sendiri juga terjadi Karhutla di beberapa wilayah disertai potensi kekeringan, kekurangan air bersih serta ancaman gempa bumi fan erupsi gunung api yang harus diantisipasi sejak dini.
” Untuk itu saya mengingatkan kepada seluruh satuan jajaran Kodam V/ Brawijaya agar meningkatkan kewaspadaan, kemampuan deteksi dini, cegah dini, temu cepat dan lapor cepat serta memperkuat koordinasi, sinergi dan kolaborasi dengan seluruh unsur terkait. Laksanakan penanganan secara cepat dan tepat serta langkah mitigasi secara terukur, sehingga setiap potensi ancaman dapat diantisipasi dan stabilitas keamanan serta ketahanan wilayah Jawa Timur tetap terjaga, ” kata Irup membaca Amanat Pangdam V/Brawijaya.
Selanjutnya guna memastikan agar pada akhir tahun anggaran 2026 seluruh program kerja dan anggaran terlaksana sesuai dengan kebijakan TNI AD, Pangdam V/Brawijaya memberikan beberapa penekanan untuk diperhatikan kepada seluruh Dansat yang diantaranya yaitu :
Pertama : Menjelang Audit Kinerja Itjenad, para Dansat agar benar benar menyiapkan seluruh kelengkapan administrasi progjagar dengan maksimal serta bereskan semua hasil pengawasan dari pihak berwenang agar tidak menjadi temuan berikutnya.
Kedua: Semua Kasatker segera memverifikasi penyaluran Tunjangan Kinerja indeks baru yang telah diterima seluruh Prajurit dan PNS TNI AD agar tidak terjadi kesalahan penyaluran yang dapat menimbulkan permasalahan administrasi dan pertanggungjawaban keuangan di kemudian hari.
Ketiga, agar terus memperkuat sinergitas antara TNI-Polri dalam semua kesiapsiagaan dalam menghadapi setiap potensi gangguan yang ada serta perketat pembinaan dan pengawasan terhadap kesehatan serta keselamatan personel.
Keempat, Kesiapsiagaan satuan harus terus ditingkatkan sehingga selalu siap jika setiap saat dibutuhkan termasuk yang ikut lomba binsat agar betul betul mempersiapkan diri dengan latihan yang keras, terukur dan berkesinambungan.
Kelima, terkait penerimaan prajurit TNI AD, para Dansatkowil agar mengoptimalkan sosialisasi dan promosi serta melaksanakan pembinaan fisik bagi calon yang berminat guna mencari bibit unggul guna memenuhi kuota penerimaan serta menyiapkan anggota yang akan mengikuti seleksi Diktukpa maupun Diktukba.
Keenam, Dansat agar memperketat
pengawasan terhadap penggunaan
Noregmil organik maupun non organik serta memastikan penggunaanya sesuai
ketentuan dengan memberikan penekanan ke anggota untuk senantiasa disiplin dalam berkendara serta perketat pengawasan penggunaan air dan listrik guna mencegah pemborosan dan menekan defisit anggaran.
Ketujuh, Percepat dan optimalkan semua program pemerintah dan Komando Atas bsik itu KDKMP, Jembatas Garuda, program TNI Manunggal Air dan lainnya agar semua berjalan sukses selesai tepat waktu, tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
(Zaenuri)









