LAMONGAN lintajatimnews – Buku berjudul “Hidup Berkah: Menjadi Manusia Bermanfaat bagi Masyarakat, Agama, dan Bangsa” karya Muhammad Wahid, S.Pd.I., Gr., M.Pd., yang dirilis bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, mendapat apresiasi tinggi dari kalangan akademisi. Dr. H. Abdul Ghofur, M.Si., Rektor Universitas Islam Lamongan (Unislam Lamongan), menyambut terbitnya buku ini sebagai “seutas asa” di usia kemerdekaan bangsa yang ke-81.(26/8/26).
Buku Sederhana dengan Pesan Mendalam
Dalam ulasannya yang berjudul “Seutas Asa untuk Usia 81 Kemerdekaan Bangsa Indonesia”, Dr. H. Abdul Ghofur, M.Si., menegaskan bahwa judul buku ini sederhana, namun menyimpan pertanyaan mendasar tentang orientasi kehidupan: bukan sekadar apa yang berhasil kita raih, melainkan apa yang dapat kita berikan dan wariskan bagi kehidupan orang lain.
Gagasan tentang keberkahan yang diusulkan buku ini dinilai semakin relevan di tengah kehidupan modern yang kerap mengukur keberhasilan melalui materi, jabatan, popularitas, dan pencapaian individual.
“Buku ini mengajak kita melihat ukuran yang lebih dalam: bahwa kehidupan memperoleh makna ketika ilmu, pekerjaan, harta, kedudukan, dan seluruh potensi yang kita miliki mampu menghadirkan kebaikan bagi sesama,” ungkap beliau.
Keberkahan Tumbuh dari Tindakan Sederhana yang Tulus
Rektor Universitas Islam Lamongan juga menekankan bahwa menjadi manusia bermanfaat tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang luar biasa besar.
“Keberkahan sering tumbuh dari tindakan-tindakan sederhana yang dilakukan dengan tulus: mendidik dengan keteladanan, bekerja dengan amanah, membantu tanpa pamrih, menjaga kepercayaan, serta hadir ketika orang lain membutuhkan.”
Dalam perspektif inilah, kebermanfaatan menjadi ukuran kemanusiaan yang melampaui sekadar pencapaian pribadi.
Pesan Penting bagi Dunia Pendidikan
Lebih lanjut, Dr. H. Abdul Ghofur, M.Si., melihat buku ini menyampaikan pesan penting bagi dunia pendidikan. Perguruan tinggi hari ini, kata beliau, tidak cukup hanya melahirkan manusia yang cerdas dan kompeten, tetapi juga manusia yang memiliki integritas, kepekaan sosial, tanggung jawab kebangsaan, dan kesadaran bahwa ilmu pada akhirnya harus diabdikan bagi kemaslahatan.
“Kecerdasan membutuhkan arah; prestasi membutuhkan integritas; dan kekuasaan membutuhkan tanggung jawab,” tegas beliau.
Mengisi Kemerdekaan dengan Kebermanfaatan
Terbitnya buku ini juga memperoleh makna khusus karena hadir beriringan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Momentum kemerdekaan, kata beliau, semestinya tidak hanya menjadi perayaan sejarah, tetapi ruang untuk merefleksikan kontribusi kita hari ini.
“Kemerdekaan akan semakin bermakna ketika setiap warga negara mengisi ruang kebebasan dengan karya, pengabdian, kepedulian, dan tanggung jawab.”
Menjadi manusia bermanfaat adalah bentuk nyata mengisi kemerdekaan: bermanfaat bagi masyarakat berarti ikut menyelesaikan persoalan di sekitar kita; bermanfaat bagi agama berarti menghadirkan nilai-nilai Islam dalam bentuk akhlak dan kedamaian; bermanfaat bagi bangsa berarti menjadikan ilmu dan potensi diri sebagai bagian dari ikhtiar memajukan Indonesia.
Di Era Teknologi, Manusia Tetap Harus Punya Hati
Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, pesan buku ini dinilai semakin penting.
“Teknologi dapat membuat manusia lebih cepat dan produktif, tetapi tidak otomatis membuatnya lebih bijaksana. Masa depan membutuhkan manusia yang bukan hanya capable, tetapi juga meaningful: manusia yang memiliki kompetensi sekaligus kepedulian, kecakapan sekaligus karakter.”
Penghargaan dan Harapan
Atas nama Universitas Islam Lamongan, Dr. H. Abdul Ghofur, M.Si., menyampaikan penghargaan kepada Muhammad Wahid atas ikhtiar intelektualnya.
“Semoga karya ini tidak berhenti sebagai bacaan, tetapi menjadi bahan renungan dan energi untuk berbuat. Sebab pada akhirnya, kehidupan yang baik bukan hanya tentang seberapa lama kita hidup, tetapi tentang seberapa banyak kehidupan orang lain menjadi lebih baik karena kita pernah hadir di dalamnya.”
Penulis buku, Muhammad Wahid, S.Pd.I., Gr., M.Pd., menyambut baik apresiasi tersebut.
“Alhamdulillah, gagasan yang kami tulis akhirnya diapresiasi oleh pimpinan kampus. Rasanya ada validasi yang memotivasi. Terima kasih banyak atas dukungan dan apresiasinya, Pak Rektor. Semoga buku ini benar-benar menjadi amal jariyah dan bermanfaat luas bagi para pembaca,” ucapnya.
Semoga buku ini menginspirasi semakin banyak orang untuk menjadi manusia yang bermanfaat — bagi masyarakat, agama, dan bangsa.
Reporter: alfain









