Motivasi Hidup : Saat Kehidupan Tak Terarah, Kembalilah kepada Allah

Listen to this article

‘SURABAYA lintasjatimnews – Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. (QS. At-Talaq: 2–3)

Rasulullah Saw bersabda “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam perjalanan hidup, setiap orang pernah merasakan fase ketika langkah terasa berat, hati gelisah, pikiran tidak menentu, dan arah kehidupan seolah kehilangan tujuan. Berbagai ikhtiar telah dilakukan, tetapi ketenangan tak kunjung hadir. Pada saat seperti inilah seorang mukmin perlu melakukan muhasabah, bukan sekadar mencari solusi di luar dirinya, melainkan kembali menata hubungan dengan Allah Swt.

Para ulama salaf telah memberikan nasihat yang sangat mendalam. Abdullah bin Aun rahimahullah berkata
“Barang siapa yang beramal untuk akhiratnya, Allah akan mencukupkan urusan dunianya. Barang siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, Allah akan memperbaiki urusan yang tampak darinya. Barang siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, Allah akan memperbaiki hubungannya dengan manusia.”

Nasihat ini mengajarkan bahwa akar dari banyak persoalan hidup bukan semata-mata kekurangan harta, jabatan, atau kesempatan, tetapi karena hati mulai jauh dari Sang Pencipta. Ketika hati jauh dari Allah, kehidupan menjadi kosong meskipun dipenuhi berbagai kenikmatan dunia. Sebaliknya, ketika hati dekat kepada Allah, ujian seberat apa pun akan terasa ringan karena ada ketenangan yang Allah anugerahkan.

Allah tidak pernah menyia-nyiakan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh mendekat kepada-Nya. Salat yang dijaga, tilawah Al-Qur’an yang rutin, doa yang tulus, istighfar yang terus dipanjatkan, serta amal saleh yang ikhlas akan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan hidup. Dari sinilah lahir keberkahan waktu, kemudahan urusan, serta ketenteraman hati yang tidak dapat dibeli dengan apa pun.

Karena itu, jika hari ini hidup terasa tidak terarah, jangan terburu-buru menyalahkan keadaan atau orang lain. Mulailah dengan memperbaiki hubungan dengan Allah. Perbanyak istighfar, perkuat ibadah, dan luruskan niat dalam setiap amal. Ketika hubungan dengan Allah menjadi baik, insyaallah hubungan dengan keluarga, sahabat, pekerjaan, dan seluruh urusan kehidupan akan ikut diperbaiki oleh-Nya.

Marilah kita menjadikan setiap hari sebagai momentum untuk kembali kepada Allah. Sebab, hati yang selalu terhubung dengan-Nya tidak akan kehilangan arah. Bersama Allah, setiap langkah memiliki tujuan, setiap ujian mengandung hikmah, dan setiap kesulitan akan berakhir dengan kemudahan.

Semoga Allah Swt menjadikan hati kita senantiasa istiqamah, membimbing setiap langkah kita di jalan yang lurus, serta memberikan keberkahan dalam kehidupan dunia dan kebahagiaan di akhirat.

Penulis Fathurrahim Syuhadi