Selamat Hardiknas 2026,Umuronah, S.ST, M.Kes : Pendidikan Harus Melahirkan Generasi Cakap Digital dan Matang Secara Manusiawi

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 menjadi momentum refleksi bagi dunia pendidikan di tengah derasnya arus transformasi digital. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, Umuronah, S.ST., M.Kes, menegaskan bahwa pendidikan saat ini telah memasuki fase transformasi era digital yang membawa peluang sekaligus tantangan besar.

Menurut Umuronah, perkembangan teknologi yang pesat telah mengubah wajah pendidikan secara signifikan. Proses belajar tidak lagi terbatas di ruang kelas, melainkan dapat berlangsung di mana saja—di rumah, perpustakaan, ruang publik, bahkan dalam aktivitas keseharian. Namun, di balik kemajuan tersebut, terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu segera diatasi.

“Transformasi digital dalam pendidikan menghadirkan tantangan berupa kesenjangan akses teknologi, peningkatan kapasitas kompetensi guru, distraksi siswa, serta pentingnya penguatan literasi digital dan keamanan siber,” ujarnya

Ia menambahkan, belum semua peserta didik memiliki akses yang memadai terhadap teknologi informasi. Keterbatasan sarana dan prasarana, serta kondisi geografis yang sulit dijangkau jaringan internet, masih menjadi kendala nyata di berbagai daerah.

“Dengan majunya teknologi, kita juga harus ingat bahwa tidak semua siswa mampu mengakses pembelajaran berbasis IT. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” ungkap mantan Kepala DP3A Kabupaten Lamongan ini

Di sisi lain, Umuronah mengakui bahwa kehadiran teknologi sangat membantu siswa dalam memperoleh informasi secara cepat tanpa harus selalu bergantung pada buku cetak. Namun, ia mengingatkan bahwa kemudahan akses informasi tidak selalu berbanding lurus dengan pemahaman yang mendalam.

“Kita sering terjebak pada euforia teknologi. Banyak yang mahir mengakses informasi, tetapi belum tentu mampu memahami secara utuh. Di sinilah pendidikan harus kembali pada esensinya, yakni membentuk manusia yang tidak hanya cakap digital, tetapi juga memiliki empati, etika, dan daya nalar,” jelas perempuan penghobi melukis ini

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran guru dalam era digital. Menurutnya, guru tidak lagi sekadar sebagai penyampai informasi, melainkan harus bertransformasi menjadi fasilitator pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

“Guru dituntut mampu menciptakan inovasi pembelajaran berbasis literasi digital. Kurikulum juga harus dinamis, mencakup kemampuan berpikir kritis dan literasi digital,” ungkapnya.

Tidak hanya guru, peran orang tua, pustakawan, dan komunitas juga dinilai sangat penting dalam mendukung ekosistem pendidikan yang sehat. Semua pihak, kata Umuronah, harus berkolaborasi sebagai pembimbing dalam membantu peserta didik memahami informasi secara bijak.

“Peserta didik tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus didorong menjadi pencipta gagasan. Jika tidak, kita hanya akan melahirkan generasi yang cepat, tetapi rapuh; dekat dengan informasi, namun jauh dari kebijaksanaan,” tuturnya.

Dalam konteks tersebut, ia mengingatkan bahwa pendidikan tidak boleh kehilangan arah di tengah kemajuan teknologi. Target utama bukan hanya kemajuan digital, melainkan kematangan karakter manusia.

“Yang perlu kita kejar bukan sekadar maju secara digital, tetapi juga matang secara manusiawi,” imbuhnya.

Pada momentum Hardiknas ini, Umuronah juga menegaskan bahwa peran guru dan orang tua tetap tidak tergantikan. Meski teknologi semakin canggih, pendidikan karakter tetap membutuhkan sentuhan manusia.

“Guru dan orang tua memiliki peran strategis yang luar biasa. Anak-anak tidak hanya harus mahir secara digital, tetapi juga memiliki empati dan etika terhadap sesama,” katanya.

Sebagai solusi, Umuronah mendorong adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, institusi pendidikan, guru, dan orang tua. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkualitas.

“Kolaborasi yang tangguh akan melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan, sekaligus mampu membangun dan berdiri tegak di negeri sendiri,” pungkasnya.

Reporter Fathurrahim Syuhadi