Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu, Seruan Kolektif dari Drs. H. Syufa’at, S.Pd., M.MPd.

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Komitmen untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak bangsa kembali ditegaskan oleh Drs. H. Syufa’at, S.Pd., M.MPd. Kepala SMK Negeri 1 Lamongan. Dalam refleksi pemikirannya, ia mengangkat konsep “partisipasi semesta” sebagai kunci utama dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Menurut Syufa’at, pendidikan tidak dapat dipandang sebagai entitas yang berdiri sendiri. Ia menolak anggapan bahwa sekolah adalah satu-satunya pusat pendidikan. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan sebuah ekosistem yang hidup, yang melibatkan banyak pihak dan saling berkaitan satu sama lain. Karena itu, untuk mencapai mutu pendidikan yang ideal, dibutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh elemen bangsa.

“Pendidikan bukan menara gading, melainkan ekosistem yang bernapas. Tidak cukup hanya mengandalkan sekolah atau pemerintah. Semua pihak harus terlibat dalam satu gerakan besar yang kita sebut sebagai partisipasi semesta,” ungkap anggota Dewan Pendidikan Lamongan 2025-2030 ini

Dalam konsep tersebut, keluarga memiliki peran fundamental sebagai madrasah pertama. Di dalam keluargalah nilai-nilai dasar seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan mulai ditanamkan. Sekolah kemudian melanjutkan peran tersebut sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas peserta didik.

Tidak berhenti di situ, Syufa’at juga menekankan pentingnya peran masyarakat dan dunia industri. Menurutnya, masyarakat memiliki tanggung jawab sosial dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda. Sementara dunia industri berperan sebagai mitra strategis dalam menyerap lulusan sekaligus memberikan masukan terhadap kebutuhan kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Di sisi lain, pemerintah berfungsi sebagai pengarah yang memastikan seluruh elemen tersebut berjalan harmonis melalui kebijakan yang tepat sasaran. Sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dunia industri, dan pemerintah inilah yang akan membuka akses pendidikan berkualitas secara merata.

“Jika semua pihak bergerak bersama, maka pendidikan bermutu bukan lagi menjadi hak segelintir orang, tetapi menjadi milik semua anak bangsa hingga ke pelosok negeri,” tegas Ketua PC LP Ma’arif NU Babat ini.

Namun, Syufa’at mengingatkan bahwa pendidikan bermutu tidak hanya diukur dari aspek akademik. Nilai-nilai karakter harus menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses pendidikan. Ia menilai bahwa kecerdasan intelektual tanpa diimbangi dengan karakter yang kuat justru dapat menjadi ancaman.

“Ilmu tanpa karakter adalah bahaya, sedangkan karakter tanpa ilmu adalah kelumpuhan. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujar Komisaris PT NAA (RSNU Babat) ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendidikan yang ideal adalah yang mampu melahirkan generasi dengan tiga kekuatan utama. Pertama, cerdas secara kognitif dengan penguasaan literasi, numerasi, dan teknologi. Kedua, kukuh secara moral dengan integritas, etika kerja, dan empati. Ketiga, bermanfaat bagi sesama dengan kesadaran bahwa keberhasilan individu harus memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Selain aspek intelektual dan karakter, Syufa’at juga menyoroti pentingnya kesehatan sebagai pilar pendidikan. Ia menilai bahwa kondisi fisik dan mental yang sehat merupakan faktor penentu keberhasilan proses belajar.

“Peserta didik yang sehat secara fisik memiliki energi untuk belajar dan berkarya, sementara kesehatan mental memberikan ketahanan dalam menghadapi tekanan dan tantangan,” jelas Pengawas Yayasan KH. Abdul Wachid Hasyim Maduran ini

Ia mengingatkan bahwa tanpa dukungan kesehatan yang baik, potensi besar generasi muda tidak akan berkembang secara optimal. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan harus menjadi bagian dari strategi pendidikan.

Syufa’at juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pendidikan sebagai gerakan bersama. Ia meyakini bahwa dengan memperkuat partisipasi semesta, Indonesia dapat membangun fondasi pendidikan yang kokoh dan berkelanjutan.

“Mari kita pastikan tidak ada anak yang tertinggal. Pendidikan bermutu untuk semua adalah cita-cita besar kita, dan partisipasi semesta adalah jalan untuk mewujudkannya,” pungkasnya.

Reporter Fathurrahim Syuhadi