Dansatgas: Pengerjaaan Rabat Jalan Capai 35 Persen

Listen to this article

TRENGGALEK lintasjatimnews – Hingga Sabtu 25/4/2026) progress pengerjaan sasaran fisik, rabat jalan di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek sudah mencapai 35 persen. Hal itu diungkapkan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (Dansatgas) ke-128 Kodim 0806/Trenggalek, Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, SH, MSi, saat meninjau ke lokasi sasaran, Sabtu (25/4/2026).

“Rabat jalan sepanjang 320 meter dan lebar 2,5 meter telah mencapai 35,9 persen. Dan itu berkat kerjasama yang apik antara Satgas TMMD dengan warga,” ungkapnya.

Letkol Isnanto lantas menjelaskan, sebelum akhirnya dirabat, kondisi jalan merupakan tanah merah. Saat musim hujan berlumpur dan sulit dilalui kendaraan roda 2. “Saat penghujan, warga tidak bisa mengangkut menggunakan kendaraan bermotor atas hasil kebun berupa jagung. Jadi harus diangkut manuakl,” jelasnya.

Nantinya, ketika jalan sudah jadi, akses warga untuk megangkut hasil kebun di daerah lereng Plethes akan terakses dengan mudah. “Dengan akses jalan yang semakin membaik, maka kehidupan warganya nantinya akan semakin baik pula. Artinya kesejahteraan warganya meningkat,” harapnya.

Untuk diketahui, pada gelaran TMMD ke-128 sasaran fisik yang akan dicapai, ada dua, yakni sasaran utama, berupa peningkatan jalan sepanjang 777 meter dan lebar 2,5 meter dan pembangunan tanggul penahan jalan (TPJ) di 8 titik.

Kemudian, program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), di antaranya TNI Manunggal Air di lima titik, rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 9 unit, penghijauan, pembagian paket anak stunting, ketahanan pangan, pembersihan fasilitas umum.

Sedangkan sasaran nonfisik dengan terselenggaranya delapan kegitan sosialisasi dan penyuluhan berupa, sosialisasi wawasan kebangsaan (Wasbang) dan bela negara (Belneg), sosialisasi gulbencal, sosialisasi bahaya narkoba, sosialissai UMKM berbasis IT, sosialisasi membangun desa wisata, sosialisasi kesehatan hewan, sosialissai pencegahan stunting.

Kemudian empat kegiatan pelayanan umum berupa, pengobatan masal, pelayanan posyandu, pembuatan SIM dan perpanjangan STNK, dan pelayanan Pendidikan. Juga ada dua kegiatan pelatihan dan edukasi berupa pelatihan gulbencal dan pembuatan pupuk organik. Selain ada dua kegiatan sosial berupa pembagian sembako atau paket stunting, dan penanaman pohon, serta pemutaran film perjuangan.

(feri)