LAMONGAN, lintasjatimnews – Dalam rangka memperingati Isro’ Mi’roj 1446 H, SMP Negeri 3 Babat menggelar acara bertema “Membangun Karakter Mulia melalui Inspirasi Isro’ Mi’roj” pada Jumat (31/01/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula II SMP Negeri 3 Babat ini menghadirkan motivator nasional, Afif Hidayatullah, S.E., S.Pd., M.Ak., Cht., C.NNLP, yang dikenal luas dalam dunia pelatihan motivasi dan hipnoterapi.
Tidak seperti biasanya, acara dimulai dengan suasana yang berbeda. Pagi itu, siswa-siswi SMP Negeri 3 Babat mengenakan busana khas Lamongan (BKL) yang menjadi simbol kekhasan budaya lokal. Para siswa langsung menuju Masjid At-Tarbiyah untuk melaksanakan shalat sunah dhuha berjamaah, sebuah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Jumat. Setelah shalat, seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan (GTK) berangkat menuju Aula II untuk mengikuti rangkaian acara peringatan Isro’ Mi’roj.
Sebelum kegiatan dimulai, ada pembekalan yang diberikan kepada siswa. Siswa putri mendapatkan bimbingan khusus mengenai masalah keputrian dan dampak negatif pergaulan bebas dari guru BK, Mohammad Firdaus Firmanasyah. Sementara itu, siswa putra dipersiapkan oleh guru olahraga untuk menuju Aula tempat kegiatan utama akan dilaksanakan. Pembelakan terseut dimaksud agat pelakasanaan kegitan di Aula bisa lebih tertib dan hikmat.
Sebelum acara resmi dimulai, ditampilkan Hadrah Albanjari yang membawakan syair-syair shalawat khas bulan Rajab. Selanjutnya acara dipandu oleh siswi kelas IX dibuka dengan bacaan ummul Qura;an “Al-fatihah”. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat Al-Quran beserta terjemahannya yang dibacakan oleh dua siswi SMP Negeri 3 Babat.
Kepala SMP Negeri 3 Babat, M. Said, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengingatkan kepada audiens untuk mendengarkan dengan penuh perhatian dan merenungkan makna dari ayat-ayat yang dibacakan, terutama mengenai peristiwa Isro’ Mi’roj yang tengah diperingati. Dia membacakan ayat Qur’an Surat Al-A’raf ayat 204 “wa idza quri’al-qur’anu fastami’u lahu wa anshitu la’allakum tur-hamun”. Said menjelaskan pentingnya mendengarkan dengan sungguh dan berdiam saat dibacakan al-Qura’an agar mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Juga mengutip ayat Al-Quran dari Surat Al-Isro’ ayat 1, yang mengisahkan peristiwa Isro’ Mi’roj yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Said mengajak para siswa untuk mendengarkan dengan penuh perhatian dan merenungkan makna dari peristiwa tersebut sebagai sumber inspirasi dalam membangun karakter yang mulia.
Afif Hidayatullah, selaku narasumber, membuka sesi motivasi dengan beberapa permainan interaktif untuk menguji konsentrasi dan menghibur audiens. Salah satu permainan yang menarik adalah tes membaca warna dan uji lawan kata yang membuat peserta tampak bergembira. Afif kemudian mengajak para siswa untuk mengucapkan ayat-ayat Al-Quran, yaitu Surat Ar-Rahman yang berbunyi, “Fabi’ayyi aalaa’ I robbikumaa tukaddzibaan” dan Surat Al-Insyirah “Innama’al usri yusra”, yang keduanya mengajarkan tentang pentingnya bersyukur dan menghadapi kesulitan dengan optimisme. Afif mengaitkan kedua ayat tersebut dengan tema motivasi yang akan disampaikan, yaitu pentingnya memiliki sikap positif dalam menghadapi tantangan hidup.
Pada bagian lain, untuk menarik perhatian audien, dia mengambil selembar uang warna biru, ditawarkan pada audien jika diberi mau atau tidak, audien menjawab serentak “mauuuu…” Jika uang itu diremas-remas hingga lusuh, dan diinjak-injak, bahkan disebutkan dilumuri bau tai, jika diberikan apa apakah masih mau, audiens pun menjawab serentak mauuuu….
Selanjutnya Afif menjelaskan bahwa uang itu berharga karena ada nilainya. Sama dengan manusia, selama orang itu berkarakter baik, berpikiran positip, bersemangat tinggi, tetap akan dibutuhkan orang lain, Karena memiliki nilai, tuturnya mantap.
Untuk menguatkan paparan motivasinya Afif mengambil alat peraga, segelas mineral, dan meminta dua peserta ke depan membantu memegang gelas dan yang satu meneteskan yodium pada air dalam gelas tersebut. Air dalam gelas tampak sangat jernih kemudian ditetesi yodium air menjadi keruh dan kotor. Kemudian Afif memasukkan sebutir vitacimin, air yang keruh dan koror itu menjadi jernih kembali. Afif menjelaskan bahwa vitacimin dimasukkan ke dalam air yang sudah keruh dan kotor itu kemudian diaduk ternyata air menjadi jernih kembali. Setelah jernih diamasukkan lagi betadin menjadi tampak keruh terus diaduk lagi ternyata menjadi jernih kembali. Cairan yodium atau betadin itu ibarat pengaruh negatif sedangkan vitacimin merupakan hal atau pengaruh positif.
Melalui sebuah demonstrasi, Afif menunjukkan bahwa seperti halnya air yang bisa menjadi jernih kembali setelah ditetesi yodium dan vitacimin, karakter manusia yang baik dapat tetap bersinar meskipun terpengaruh oleh lingkungan yang negatif. Ia mengajak para siswa untuk selalu berpikir positif dan menjaga perilaku baik agar tetap memiliki nilai di mata orang lain.
Lebih lanjut Afif menjelaskan bahwa selama dalam diri anak-anak masih ada hal positif, pikiran positif atau sugestif positif, mau menjaga salat lima waktu, menjaga perilaku baik, berbuat baik kepada orang tua dan gru, berbuat baik kepada sesama, pengaruh jelek dari luar tidak mampu mengubah anak-anak menjadi tidak baik. Jika anak-anak selalu berpkiran posistif maka insyaallah akan menjadi anak yang baik. Oleh karena itu Afif mengajak anak-anak agar setiap bangun tidur pagi hari setelah berdoa hendaknya menanamkan dalam pikitannya hal-hal yang positif, Misalnya saya harus menjadi anak yang baik, saya harus rajin belajar, saya harus sukses, dan sebagainya.
Pada bagian akhir, presentasinya, Afif meminta seluruh wali kelas tampil ke depan anak-anak kemudian satu per satu dimintai memberikan statemen refleksi atau harapan positifnya pada anak. Mereka mengungkapkan bahwa Ibu/Bapak guru senantiasa berharap agar anak-anak menjadi anak-anak yang baik, sholih-shilihah, dan sukses. Pengalaman yang berharga bersama Pak Afif hendaknya bisa dijadikan pelajaran untuk meningkatkan kualitas karakter anak-anak yang menjadi anak yang hebat yang berakhak mulia.
Di akhir sesi, Afif mengajak siswa dan guru untuk merenung dan berdoa, meminta maaf atas segala kesalahan dan memperbaiki diri. Suasana menjadi khidmat dan penuh haru ketika seluruh peserta memanjatkan doa bersama. Selama lebih dari dua jam, para siswa mengikuti dengan penuh perhatian, menunjukkan antusiasme dan keterlibatan yang tinggi.
Kegiatan ini ditutup dengan pesan motivasi dari Kepala SMP Negeri 3 Babat, M. Said, yang mengajak seluruh peserta untuk selalu berusaha dengan empat prinsip: bekerja dan belajar keras, cerdas, ikhlas, dan tuntas. Dengan tekad tersebut, diharapkan siswa dapat terus berkembang menjadi pribadi yang berkarakter mulia, sukses, dan bermanfaat bagi bangsa.
Reporter: M. Said









