SURABAYA lintasjatimnews – Dengan adanya wabah Covid telah menenggelamkan kesenian Nusantara. UPT Jawa Timur bekerjasama dengan para pegiat kebudayaan dan pelaku seni budaya kembali menampilkan pagelaran Wayang Kulit yang merupakan wujud pelestarian kesenian budaya bangsa.
Pagelaran Wang Kulit dengan lakon KRESNA GUGAH akan dilaksanakan di Taman Budaya Jatim Cak Durasim, Jl. Genteng Kali Surabaya, pada hari Minggu, 11 Desember 2022, Pukul 20:00 wib.
Dalam pagelaran kali ini mendatangkan dalang dari Kabupaten Sidoarjo Ki Yohan Susilo, Penata Iringan Adhang, dan Karawitan Langgeng Budoyo.
Duka sangat mendalam dialami prabu Kresna, setelah kematian Raden Samba dan Prabu Buma dalam perang GOJALISUTA.
Hati sang Kresna seperti disayat pisau tajam mengingat kematian putra yang sangat dicintai yaitu Raden Samba dan gugurnya Prabu Buma Narakasura.
Beban semakin berat harus dipikul dipundak sang Kresna, sebab harus persiapan berperan sebagai Dalang Baratayudha.
Untuk memudahkan peran sang Dalang, Kresna mengatur siasat untuk mendapatkan pakem perang Bharatayuda Jaya Binangun yang disebut pakem Jitabsara.
Salah satu cara untuk mendapatkan Kitab Jitabsara sang Kresna berubah wujud sebagai raksasa bertapa tidur di Pertapaan Bale Kambang.
Acara ini juga dihadiri lebih dari 300 penonton, yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat para penggiat kebudayaan, seperti: Pertukaran Mahasiswa se-Indonesia, Paguyupan Budaya Surabaya Nusantara Satu Rasa, Paguyupan Sepeda Kuno Senopati, Teater Api Indonesia, Kampus Wijaya Kusuma, Komunitas Tandava, dan Komunitas Jaga Budaya.
Menurut Samad Widodo., SS., MM. Selaku kepala UPTD Taman Budaya Jatim Cak Durasim. Pagelaran seperti ini perlu diadakan secara berkala untuk menghidupkan Budaya Nusantara yang ada di Jawa Timur.
Bopo Handi Yudha selaku ketua Nusantara Satu Rasa (N1R), juga menginginkan Budaya dan Tradisi Nusantara bisa lebih diperhatikan kelestariannya oleh pemerintah, supaya generasi muda bangsa bisa lebih menghargai kebudayaan, yang syarat dengan ajaran Budi Luhur.
“Sekarang ini sudah banyak budaya tradisional jawa mulai bermunculan sebagai kekayaan kearifan lokal bangsa, seiring dengan para generasi muda yang mulai menyukai dan memakai busana adat daerahnya masing-masing,” tutur Handi Yudha.
Reporter (CakBAS)









