LAMONGAN LintasJatimNews – SMP Negeri 1 Pucuk kembali menggelar rangkaian kegiatan berbobot yang memadukan Parenting Training, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta Sosialisasi Program Sekolah khusus bagi wali murid dan wali kelas 9 pada Senin (24/8/2026). Bertempat di Aula SMPN 1 Pucuk, acara yang berlangsung pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini dipandu secara tertib dan komunikatif oleh Manis, S.Pd., M.Pd.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswa kelas 9, serta pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen istimewa terjadi pada prosesi apresiasi, di mana pihak sekolah secara khusus memberikan penghargaan kepada siswa yang telah sukses berpartisipasi dan membawa nama baik sekolah pada Jambore Nasional (Jamnas) 2026. Penghargaan Diserahterimakan oleh Kepala Dinas pendidkan Kabupaten Lamongan, Dr. H. Shodikin, M.Pd.
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 1 Pucuk, Muhammad Said, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme para orang tua siswa yang hadir. Ia mengajak para orang tua meniatkan langkah ke sekolah untuk menuntut ilmu agar setiap jengkal perjalanan dinilai sebagai ibadah.
“Rasulullah SAW bersabda: ‘Man kharaja fii thalabul ‘ilmi fahuwa fii sabiilillahi hatta yarji’a’—Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang (HR. Tirmidzi). Semoga niat ikhlas Bapak/Ibu bernilai jihad di jalan Allah,” ujar Said.
Lebih jauh, Said menyinggung perkembangan konsep pendidikan. Jika dahulu Ki Hajar Dewantara merumuskan Tri Pusat Pendidikan (Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat), kini Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. melengkapinya menjadi Catur Pusat Pendidikan dengan hadirnya dunia maya atau media sosial. Menghadapi pesatnya era digital dan hadirnya “guru baru” berbasis Kecerdasan Buatan (AI) seperti ChatGPT, Gemini, Meta, Claude, DeepSeek, hingga Grok, Said mengingatkan pentingnya batasan teknologi.
“AI bisa menyajikan ribuan data pengetahuan teknis, tetapi AI tidak memiliki hati untuk membina karakter dan akhlak anak-anak kita. Peran guru dan orang tua dalam mendidik moral serta pembentukan karakter tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi apa pun,” tegasnya.
Said juga mendorong orang tua untuk mengawal Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di rumah, yakni: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan makanan bergizi, giat belajar, aktif bermasyarakat, serta tidur tepat waktu.
Sesi pencerahan Parenting Maulid Nabi disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Dr. H. Shodikin, M.Pd. Mengawali tausiyahnya dengan sapaan hangat kepada seluruh wali murid, Dr. Shodikin menekankan pentingnya meneladani Rasulullah SAW dan Nabi Ibrahim AS sebagai uswatu hasanah.
“Nabi Muhammad SAW dididik langsung oleh Allah SWT hingga menjadi manusia sempurna. Bahkan sejak masa anak-anak dan remaja, beliau sudah mendapatkan gelar Al-Amin karena kejujurannya. Inilah fondasi utama yang harus kita tanamkan pada anak,” jelas Dr. Shodikin.
Dr. Shodikin membagikan kisah inspiratif mantan Menteri Agama RI, Tarmizi Taher. Dahulu, ayah Tarmizi menginginkannya menjadi kiai, ibunya berharap ia menjadi dokter, sementara ia sendiri bercita-cita menjadi tentara. Kisah ini menjadi cermin bagi orang tua untuk tidak memaksakan kehendak, melainkan memahami bahwa potensi anak berbeda-beda.
Lebih lanjut, Shodikin menjelaskan tentang tentang kewajiban orang dalam mendidik anak sehingga satu frekuensi dengan sekolah.
Satu Frekuensi dalam Pendidikan Kewajiban: Wajib hukumnya mendidik anak menunaikan salat. Perintah mengajarkan salat dimulai sejak anak berusia 7 tahun, dan berikan teguran mendidik jika di usia 10 tahun mereka belum melaksanakannya.
Menghargai Keahlian Khusus Anak: Keahlian anak tidak merata di semua bidang, melainkan spesifik pada potensi tertentu. Bahkan anak lulusan Kejar Paket B sekalipun bisa meraih kesuksesan dan aset luar biasa jika potensi kuncinya diasah dengan benar.
Peran Utama Orang Tua (Madrasatul Ula): Mengutip pemikiran tokoh pendidikan dunia seperti J.J. Rousseau dan Maria Montessori, Dr. Shodikin mengingatkan bahwa keluarga adalah sekolah pertama dan utama (madrasatul ula), sementara pemerintah memfasilitasi sekolah formal sebagai pendukung.
Sebagaimana dua kali kegiatan sebelumnya, yang menghadirkan wali murid kelas 7 dan wali murd kelas 8. Setelah penyampaian sambutan kepala sekolah dan tausiyah, dilanjutkan sosialisasi program sekolah oleh Wakahumas, Muhammad Abdur Rohman, S.Pd., M.Pd., bersama Ketua Komite SMPN 1 Pucuk, Drs. Ainur Rofik.
Wakahmas menyamaoaikan capaian program tahun lalu dan menegaskan bahwa berbagai program unggulan yang telah dirancang untuk satu tahun ke depan yang membutuhkan sinergi dan support terbaik dari orang tua—baik dalam bentuk perhatian, doa, pemikiran, waktu, maupun partisipasi aktif.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara wali murid, pihak sekolah, dan komite, sebelum akhirnya ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 1 Pucuk berharap sekat antara pihak sekolah dan orang tua dapat lebur, terwujud menjadi satu tim solid demi melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan.
Kontributor: M. Said









