Mahasiswa UM BBM Kebalandono Wujudkan Program Eco-Bank Desa untuk Dorong Pengelolaan Sampah Plastik Berkelanjutan

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Mahasiswa Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan program kerja Eco-Bank Desa di Balai Desa Kebalandono, Kecamatan Babat, pada 3 Juli 2026 sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik, khususnya botol plastik bekas. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Sebelum kegiatan utama dilaksanakan, mahasiswa UM BBM melakukan berbagai persiapan selama kurang lebih satu minggu. Persiapan tersebut meliputi survei lokasi, perancangan dan pembuatan bank sampah berbahan kerangka bambu dan jaring kawat, koordinasi dengan Pemerintah Desa Kebalandono, hingga penyusunan materi sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik.

Kegiatan Eco-Bank Desa dihadiri oleh warga Desa Kebalandono yang antusias mengikuti rangkaian sosialisasi dan peresmian bank sampah. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai dampak buruk limbah plastik terhadap lingkungan, pentingnya memilah sampah sejak dari rumah, serta manfaat pengumpulan botol plastik agar dapat menyampaikan bahwa program Eco-Bank Desa dirancang sebagai solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dalam mengurangi penumpukan sampah plastik di lingkungan desa. Menurutnya, penyediaan fasilitas bank sampah diharapkan mampu membangun kebiasaan masyarakat untuk tidak didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi.

Ketua UM BBM Kebalandono, Gilang Putra Yunianto Ihsan, menyampaikan bahwa program Eco-Bank Desa dirancang sebagai solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dalam mengurangi penumpukan sampah plastik di lingkungan desa. Menurutnya, penyediaan fasilitas bank sampah diharapkan mampu membangun kebiasaan masyarakat untuk tidak lagi membuang botol plastik sembarangan, melainkan mengumpulkannya pada tempat yang telah disediakan.

Program kerja ini diprakarsai oleh Intan Fatika Sari dan Muhammad Nur Husain selaku penanggung jawab kegiatan. Bersama seluruh anggota UM BBM Kebalandono, mereka membangun satu unit bank sampah sederhana yang ditempatkan di lokasi strategis agar mudah dijangkau oleh masyarakat.

Selain pembangunan fasilitas, mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai tata cara penggunaan bank sampah dan pentingnya menjaga keberlanjutan program melalui partisipasi aktif seluruh warga. Dengan adanya bank sampah tersebut, masyarakat diharapkan semakin terbiasa memilah sampah plastik sehingga volume limbah yang mencemari lingkungan dapat berkurang secara bertahap.

Melalui program Eco-Bank Desa, mahasiswa UM BBM Kebalandono berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat dan budaya menjaga kebersihan lingkungan dapat terus berkembang. Program ini juga diharapkan mampu mendukung upaya Pemerintah Desa Kebalandono dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, nyaman, serta berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Dengan terjalinnya kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga, Eco-Bank Desa diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pengumpulan botol plastik, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun budaya peduli lingkungan yang dapat terus dilanjutkan setelah kegiatan BBM Universitas Negeri Malang berakhir.

Reporter Annisa Nurlaila Amalia Rahim