Sinergi Segitiga Emas: SMPN 1 Pucuk Lamongan Gelar Sosialisasi MPLS Ramah 2026 dan Gandeng Wali Murid Baru

Listen to this article

LAMONGAN LintasJatimNews – Memulai tahun pelajaran baru 2026/2027 dengan semangat kolaborasi, SMP Negeri 1 Pucuk menggelar acara Sosialisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 pada Sabtu (11/07/2026). Bertempat di Aula Lantai 2 sekolah setempat, pertemuan interaktif yang dihadiri oleh ratusan wali murid baru ini berlangsung khidmat mulai pukul 07.30 hingga 09.30 WIB.

Dalam sambutannya, Kepala SMPN 1 Pucuk, Muhammad Said, S.Pd., M.Pd., menegaskan komitmen penuh sekolah untuk menghapus paradigma lama mengenai masa orientasi siswa yang identik dengan tekanan fisik atau perpeloncoan.

“Mulai tahun pelajaran ini, kami berkomitmen menghapus paradigma lama tentang masa orientasi sekolah. Tidak ada lagi ruang untuk perpeloncoan, tidak ada tekanan fisik, dan tidak ada rasa takut. Sesuai dengan semangat zamannya, MPLS di SMPN 1 Pucuk dirancang menjadi MPLS Ramah: Ceria, Aman, dan Nyaman,” ujar Muhammad Said di hadapan para wali murid.

Beliau memaparkan bahwa fokus utama dari MPLS Ramah 2026 adalah mengenali potensi diri, keunikan, serta kebutuhan dukungan dari setiap anak secara personal. Selama beberapa hari ke depan, para siswa baru akan mengikuti rangkaian asesmen komprehensif, meliputi pemetaan literasi-numerasi, asesmen bakat minat, kebugaran, hingga identifikasi kondisi sosial-emosional. Asesmen ini bertujuan memotret kondisi awal anak agar para guru dapat menerapkan strategi mengajar yang paling tepat, bukan sebagai penentu kelulusan.

Lebih lanjut, Muhammad Said menggarisbawahi pentingnya konsep “Segitiga Emas Kolaborasi” yang melibatkan pihak sekolah, murid, dan orang tua. Orang tua diharapkan terlibat aktif mendukung dari rumah dengan mendampingi pengisian instrumen data awal secara jujur serta selalu membangun motivasi positif pada anak sebelum berangkat sekolah. Hal tersebut sudah dimulai tahun tahun dengan adanya Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Gerakan tersebut merupakan bentuk “kolaborasi segi tiga emas”.

“Pendidikan terbaik bagi anak tidak akan pernah terwujud jika orang tua melepaskan tanggung jawab begitu saja setelah menitipkan anaknya di gerbang sekolah. Ketika sekolah dan orang tua kompak, memiliki visi yang sama, dan saling mendukung, maka rintangan apa pun dalam proses belajar anak pasti akan bisa kita lalui bersama,” tambahnya penuh optimisme.

Sosialisasi Tata Tertib dan Kedisiplinan Siswa

Setelah pemaparan program MPLS oleh Kepala Sekolah, acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Tata Tertib (Tatib) Murid yang disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah (Waka) Bidang Kurikulum, Manis, S.Pd., M.Pd.

Langkah ini diambil agar orang tua dapat bersinergi dalam menanamkan kedisiplinan dan karakter unggul pada anak sejak dini. Beberapa poin pokok tata tertib yang ditekankan antara lain:

  1. Sistem Sekolah: SMPN 1 Pucuk menerapkan 6 hari sekolah, dengan jam belajar dimulai pukul 07.00 s.d. 13.00 WIB.
  2. Kedatangan: Murid diwajibkan sudah berada di lingkungan sekolah minimal 10 menit sebelum bel masuk kelas berbunyi guna pembiasaan disiplin waktu.
  3. Ketentuan Seragam: Penyeragaman pakaian wajib dipatuhi sesuai jadwal, yaitu hari Senin dan Selasa menggunakan seragam Biru-Putih, hari Rabu menggunakan seragam Batik, hari Kamis menggunakan baju adat/BKL, serta hari Jumat dan Sabtu mengenakan seragam Pramuka.

Acara sosialisasi ini berjalan lancar dan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif secara personal antara wali murid dan manajemen sekolah. Melalui momentum MPLS Ramah 2026 ini, SMPN 1 Pucuk siap melangkah bersama orang tua untuk melahirkan generasi yang cerdas akalnya, mulia akhlaknya, serta sehat fisiknya.

Kontributor: M. Said