MALANG lintasjatimnews – Fathurrahim Syuhadi, Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Mohammad Yuda Wahyu Saputra sebagai Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur periode 2026–2028. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa IPM Jawa Timur semakin maju sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Hizbul Wathan dalam membina kader pelajar Muhammadiyah.
Mohammad Yuda Wahyu Saputra terpilih sebagai Ketua Umum PW IPM Jawa Timur periode 2026–2028 melalui mekanisme Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV IPM Jawa Timur yang diselenggarakan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE), Kota Malang, pada Jumat–Ahad, 3–5 Juli 2026. Musyawarah wilayah tersebut menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat provinsi yang menentukan arah kepemimpinan serta program strategis IPM Jawa Timur untuk dua tahun ke depan.
Terpilihnya Mohammad Yuda Wahyu Saputra merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, Yuda merupakan sosok muda yang memiliki pengalaman organisasi sejak di bangku sekolah serta mempunyai kapasitas kepemimpinan yang sesuai dengan tantangan zaman.
“Mohammad Yuda Wahyu Saputra adalah anak muda yang memiliki talenta dan karakter kepemimpinan yang relevan dengan perkembangan zaman. Saya optimistis ia mampu membawa IPM Jawa Timur menjadi organisasi pelajar yang semakin inovatif, progresif, dan dekat dengan kebutuhan generasi muda,” ujar aktifis IPM Jawa Timur era 1990 an ini
Lebih lanjut, Fathurrahim berharap kepengurusan PW IPM Jawa Timur periode 2026–2028 dapat membangun kerja sama yang semakin erat dengan Hizbul Wathan, khususnya dalam pembinaan kader di berbagai lembaga pendidikan Muhammadiyah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membentuk pelajar yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepemimpinan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, Hizbul Wathan dan IPM memiliki peran strategis sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang sama-sama bergerak dalam pembinaan generasi muda. Oleh karena itu, kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu melahirkan berbagai program kaderisasi yang adaptif terhadap tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
Penulis buku Jejak Sejarah Hizbul Wathan Jawa Timur 2000-2025 tersebut juga mengajak seluruh kader Hizbul Wathan dan IPM untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun kualitas pelajar Muhammadiyah di Jawa Timur.
“Mari kita jadikan Hizbul Wathan dan IPM Jawa Timur sebagai ruang untuk melahirkan pelajar yang berilmu, berakhlak, berdaya, dan mampu berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya
(Redaksi)









