Dr. Darianto, SE, MM : Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat komitmen dalam memajukan pendidikan. Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” peringatan tahun ini dinilai semakin relevan di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi.

Rektor ITB Ahmad Dahlan Lamongan, Dr. Darianto, S.E., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau lembaga pendidikan semata. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan inklusif.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Tema Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, mahasiswa, dunia usaha, hingga masyarakat luas. Tanpa sinergi tersebut, sulit bagi kita untuk menghadirkan pendidikan yang benar-benar merata dan berkualitas,” ujar lulusan Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dinilai memiliki peran strategis dalam menggerakkan partisipasi semesta tersebut. Dr. Darianto menyebut bahwa PTMA tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan transformasi sosial.

“Sejak awal, Muhammadiyah telah menempatkan pendidikan sebagai gerakan kolektif. PTMA hadir tidak hanya untuk mencetak lulusan unggul, tetapi juga untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” tambah Dosen Pasca Sarjana Magister Manajemen ITB Ahmad Dahlan Lamongan ini

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri. Menurutnya, kurikulum harus terus disesuaikan dengan kebutuhan zaman agar lulusan memiliki daya saing yang tinggi.

“Kampus tidak boleh berjalan sendiri. Harus ada keterkaitan dengan dunia industri melalui program magang, riset terapan, dan pengembangan kewirausahaan. Ini penting agar lulusan kita siap menghadapi dunia kerja,” jelasnya

Selain itu, Dr. Darianto yang juga mengajar mata kuliah Budaya Kerja dan Organisasi menyoroti pentingnya pembentukan karakter dalam pendidikan. Ia menilai bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek akademik, tetapi juga nilai-nilai moral dan etika.

“Di era digital, mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki budaya kerja yang baik, integritas, dan kemampuan berorganisasi. Inilah yang terus kami dorong dalam proses pembelajaran,” ungkap mantan Wakil Rektor III ini

Dalam konteks pengabdian kepada masyarakat, PTMA juga didorong untuk terus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial. Melalui program-program pemberdayaan, mahasiswa dan dosen diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan secara bijak dan inklusif. Digitalisasi, menurutnya, harus menjadi alat untuk memperluas akses pendidikan, bukan justru menciptakan kesenjangan baru.

“Teknologi harus kita manfaatkan untuk memperkuat pembelajaran. Namun, kita juga harus memastikan bahwa semua kalangan memiliki akses yang sama terhadap pendidikan,” jelas Rektor yang dekat dengan mahasiswanya ini

Momentum Hardiknas 2026 ini, lanjutnya, harus menjadi titik awal untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas partisipasi seluruh elemen bangsa dalam pendidikan.

“Jika seluruh elemen bangsa bergerak bersama dalam semangat Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, saya optimistis cita-cita pendidikan berkualitas dan merata dapat kita wujudkan,” pungkasnya.

Reporter Fathurrahim Syuhadi