TAMIANG lintasjatimnews – Sebagian besar masyarakat Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, mulai meninggalkan tenda pengungsian dan menempati hunian sementara (huntara) yang disediakan pemerintah pascabanjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Kehadiran huntara ini menjadi titik awal pemulihan kehidupan warga setelah hampir lima bulan bertahan di tenda pengungsian dengan kondisi serba terbatas.
Kini, meski belum seluruh unit selesai ditempati, sebagian warga sudah mulai menata kembali kehidupan sehari-hari di tempat tinggal yang lebih layak.
Muhammad Fa’i, salah seorang warga Lubuk Sidup, mengaku baru satu minggu tinggal di huntara tersebut. Ia menilai kondisi hunian sementara jauh lebih nyaman dibandingkan tenda pengungsian yang sebelumnya ia tempati selama berbulan-bulan.
“Jauh lebih nyaman disini, area lebih luas dan pemandangan juga indah,” katanya, Rabu (29/4/2026).
Meski demikian, Fa’i mengungkapkan pada awal menghuni huntara, sempat terdapat kendala pada bagian atap yang mengalami kebocoran. Namun, ia menyebut pemerintah segera melakukan perbaikan sehingga kondisi hunian kembali normal dan dapat ditempati dengan baik.
Huntara yang dibangun tersebut dialokasikan untuk 163 kepala keluarga (KK). Saat ini, sekitar separuh dari jumlah tersebut telah menempati unit masing-masing, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan dan penyelesaian fasilitas pendukung.
Di sisi lain, Fa’i juga mengeluhkan kondisi di siang hari yang terasa cukup panas karena belum adanya pelindung tambahan di area hunian.
Ia berharap pemerintah dapat menambahkan fasilitas peneduh agar anak-anak dan warga dapat beraktivitas dengan lebih nyaman di siang hari.
Hal serupa juga disampaikan warga lainnya, Anwar, yang mengaku bersyukur akhirnya dapat meninggalkan tenda pengungsian setelah hampir lima bulan bertahan pascabencana.
“Terima kasih kepada pemerintah telah memberi huntara ini,” katanya.
Ia menyebut, kondisi di huntara saat ini jauh lebih baik dibandingkan saat masih tinggal di tenda, terutama dari sisi kenyamanan dan ruang untuk beraktivitas bersama keluarga.
Dengan mulai ditempatinya hunian sementara ini, warga Lubuk Sidup perlahan kembali menjalani aktivitas normal, meski sejumlah fasilitas masih dalam tahap penyempurnaan. Kehadiran huntara pun menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk bangkit setelah terdampak banjir yang cukup lama melumpuhkan kehidupan mereka.
Di sisi lain, data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera pada 29 April mencatat sebanyak 18.505 huntara selesai dibangun di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Progres pembangunan huntara mencapai 91 persen dari rencana 20.267 unit yang akan dibangun.
Reporter: ahmadhp









